Mengokohkan Tantangan 4 Pilar Kebangsaan di Era Digital: Jazuli Juwaini Bekali Warga Serang Literasi Konstitusi
KABUPATEN SERANG – Anggota MPR RI dari Daerah Pemilihan Banten II, Dr. H. Jazuli Juwaini, MA, menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bertajuk “Mengokohkan Tantangan 4 Pilar Kebangsaan di Era Digital”. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 9 Desember 2025, ini dipusatkan di Kec. Petir, Kabupaten Serang dan dihadiri oleh aktivis mahasiswa, pendidik, tokoh pemuda, serta pegiat media sosial setempat.
Dalam pemaparannya, Dr. Jazuli Juwaini menyoroti bahwa di era disrupsi digital saat ini, ancaman terhadap ideologi bangsa tidak lagi datang dalam bentuk fisik, melainkan melalui serangan informasi yang melintasi batas-batas negara tanpa filter.
“Era digital membawa tantangan besar bagi ketahanan nasional kita. Hoaks, polarisasi, hingga infiltrasi paham yang bertentangan dengan jati diri bangsa dapat masuk dengan mudah ke genggaman tangan melalui smartphone. Oleh karena itu, Empat Pilar harus menjadi filter utama kita dalam berdigital,” ujar Jazuli Juwaini.
Pancasila sebagai Kompas Etika Digital Dr. Jazuli Juwaini menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus diterjemahkan ke dalam etika berkomunikasi di ruang siber. Menurutnya, karakter bangsa yang sopan, toleran, dan kritis harus tetap terjaga meskipun identitas di dunia maya sering kali anonim.
“Digitalisasi jangan sampai mengikis kemanusiaan dan persatuan kita. Kita harus mengokohkan pemahaman bahwa apa pun platformnya—baik itu TikTok, Instagram, atau grup WhatsApp—nilai yang kita pegang tetap satu: Nilai luhur bangsa Indonesia,” tambahnya.
Duta Persatuan di Ruang Siber Dalam sesi dialog yang interaktif, Jazuli mengajak generasi muda Kabupaten Serang untuk tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga menjadi produser narasi-narasi positif. Ia mendorong para pemuda untuk menjadi “Duta Empat Pilar” yang mampu mengonter ujaran kebencian dengan konten kreatif yang mempersatukan.
“Jangan biarkan algoritma mengendalikan cara kita berbangsa. Sebaliknya, kita yang harus mewarnai algoritma digital dengan semangat gotong royong dan kecintaan terhadap NKRI,” tegas legislator yang dikenal vokal menyuarakan isu pendidikan karakter ini.
Aspirasi dan Penutup Sejumlah peserta memberikan masukan agar pemerintah dan MPR RI lebih masif menyediakan konten-konten edukasi kebangsaan dalam format visual yang menarik bagi anak muda. Menanggapi hal itu, Dr. Jazuli berkomitmen untuk terus mendorong adaptasi penyampaian nilai-nilai konstitusi agar relevan dengan perkembangan zaman.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan Kabupaten Serang sebagai pelopor wilayah yang cerdas digital dan teguh secara ideologi. Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat mampu menghadapi tantangan era digital tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia yang berdaulat.(**)
Comments are closed.