SERANG – Dr. H. Jazuli Juwaini, MA, menegaskan bahwa penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia tidak boleh hanya bertumpu pada aspek kognitif dan teknologi, tetapi harus berakar kuat pada nilai-nilai Pancasila. Hal ini disampaikan dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bertajuk “Implementasi Nilai-Nilai Pancasila untuk Percepatan Pembangunan SDM” yang digelar di Kota Serang.
Dalam paparannya, Jazuli Juwaini menyampaikan bahwa di tengah persaingan global yang semakin ketat tahun 2026, pembangunan SDM unggul merupakan prioritas utama untuk mencapai visi Indonesia Emas. Namun, ia mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual tanpa landasan moral Pancasila hanya akan menciptakan tantangan baru bagi keutuhan bangsa.
“Pancasila bukan sekadar hafalan, melainkan sistem nilai yang harus diimplementasikan dalam setiap gerak pembangunan SDM. Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya ahli di bidang teknologi dan sains, tetapi juga memiliki integritas, semangat gotong royong, dan rasa cinta tanah air yang mendalam,” ujar Jazuli.
Jazuli juga menyoroti pentingnya peran pendidikan formal dan informal dalam melakukan internalisasi nilai-nilai ini. Menurutnya, percepatan pembangunan SDM harus dimulai dari karakter. “Jika karakternya kuat dengan nilai Pancasila, maka inovasi dan kreativitas yang dihasilkan akan selalu berorientasi pada kemaslahatan bangsa dan negara,” tambahnya.
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, akademisi, serta perwakilan generasi muda. Melalui kegiatan ini, MPR RI berharap masyarakat dapat kembali menyadari bahwa Pancasila adalah modal sosial terbesar dalam menghadapi berbagai disrupsi di masa depan.
“Pembangunan SDM adalah investasi jangka panjang. Dengan mengimplementasikan Pancasila, kita sedang membangun fondasi bangsa yang tidak hanya cerdas secara lahiriah, tapi juga kokoh secara mental dan spiritual,” pungkas Jazuli. (**)
Comments are closed.