Satu berita mengulas segalanya

IGI Kota Serang Akhiri Tahun 2025 Melalui Diskusi Penulisan Artikel Ilmiah

27

Serang – Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Serang menutup rangkaian kegiatan akhir tahun 2025 dengan sukses menyelenggarakan diskusi yang berfokus pada peningkatan kompetensi menulis artikel ilmiah.

Acara yang dikemas dalam event bertajuk “Belajar Berkarya dan Berbagi Sambil Ngopi” ini berlangsung di Perpustakaan Daerah Kota Serang pada hari Selasa, 16 Desember 2025.

Kegiatan ini berhasil menarik antusiasme 25 peserta yang terdiri dari berbagai elemen penting dalam dunia pendidikan, mulai dari guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, hingga mahasiswa.

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kota Serang, tetapi juga dari berbagai daerah di Provinsi Banten, menunjukkan tingginya minat para pendidik di Banten untuk terus meningkatkan kualitas literasi ilmiah mereka.

Ketua IGI Kota Serang, Sonny Rohimat, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjembatani para pendidik agar termotivasi dan memiliki bekal praktis dalam menghasilkan karya tulis ilmiah.

“Menulis artikel ilmiah adalah salah satu wujud nyata dari profesionalisme guru. Melalui IGI, kami berupaya menciptakan ekosistem di mana berbagi ilmu dan praktik baik menjadi budaya,” ujarnya.

Sesi pertama diskusi diisi oleh pemaparan dari Feby Arma Putra, seorang Dosen Universitas Pamulang dan sekaligus Dewan Pakar Daerah IGI Kota Serang.

Feby mengawali sesi dengan memberikan suntikan motivasi yang kuat, mengajak para peserta untuk berani menembus batas keraguan dalam menulis. Ia juga membagikan tips-tips konkret dan sederhana yang dapat langsung diterapkan oleh pendidik, bahkan bagi mereka yang baru akan memulai.

Lebih lanjut, Feby Arma Putra membedah struktur standar sebuah artikel ilmiah yang ideal dan sesuai dengan kriteria penerbitan jurnal bereputasi. Ia menjelaskan secara detail konten esensial yang harus dimuat pada setiap bagian artikel, mulai dari pendahuluan, metode, hasil, hingga pembahasan.

Penjelasan ini dinilai sangat membantu peserta dalam menyusun kerangka berpikir yang logis dan sistematis sebelum mulai menulis.

Memasuki sesi kedua, suasana diskusi semakin interaktif dan praktis. Sonny Rohimat, yang juga merupakan guru kimia SMAN 6 Kota Serang serta penulis amatir dengan banyak publikasi di jurnal ilmiah, langsung meminta peserta untuk membuka laptop masing-masing.

Sesi ini diarahkan pada praktik langsung berdasarkan materi teori yang telah disampaikan sebelumnya.

Sonny Rohimat mengangkat topik yang sangat relevan dengan perkembangan zaman, yaitu pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) sebagai alat bantu penulisan artikel ilmiah berkualitas.

Dalam sesi praktik ini, ia menekankan pentingnya peran penulis sebagai pengendali utama. “AI adalah alat bantu yang luar biasa, namun kualitas output-nya sangat bergantung pada prompt atau perintah yang kita berikan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa perintah yang diberikan kepada AI harus spesifik, kaya data, dan didasarkan pada data-data konkret yang berasal dari hasil penelitian atau gagasan orisinal penulis.

Hal ini penting ditekankan untuk menjaga orisinalitas dan integritas ilmiah dari artikel yang dihasilkan, serta menghindari ketergantungan 100% pada mesin.

Diskusi ini meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Ida Maryamah, seorang pengawas SMP Kota Serang, menyatakan kepuasannya. “Saya sangat puas dengan kegiatan ini. Terakhir artikel saya terbit di jurnal tahun 2019.

Alhamdulillaah IGI menjembatani saya untuk mulai menulis lagi,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pemateri yang kompeten dan suasana yang interaktif membuat materi sangat bermanfaat dan relevan dengan kebutuhannya sebagai pendidik. Ia pun sangat merekomendasikan kegiatan serupa kepada rekan-rekan sejawatnya.

Hal senada disampaikan oleh Rusmiati dari MAS Al Riyadhul Janah, Kabupaten Lebak menyampaika bahwa kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang sangat bermakna. Ia menambahkan bahwa banyak wawasan baru diperoleh, terutama praktik penulisan artikel ilmiah dengan pemanfaatan AI, sekaligus mempererat silaturahmi dengan rekan-rekan pendidik IGI Serang.

“Meski kondisi kesehatan belum sepenuhnya pulih dan jarak tempuh relatif jauh, semangat belajar tetap terjaga karena materi yang disajikan sangat relevan dan inspiratif. Terima kasih IGI Serang atas ruang belajar yang inspiratif dan memotivasi,” pungkas Rusmiati.

Refleksi kritis juga datang dari Membran Seprian, guru SMAN 6 Kota Serang. Ia menyebut bahwa kegiatan ini membuatnya “seperti berada di gerbang kenyataan” di mana eksistensi manusia yang mampu merasa dan mengindra ‘bertempur’ dengan kecanggihan mesin kecerdasan buatan.

“Seminar tadi mendorong otak kita untuk mengejar dan beradaptasi dengan teknologi AI yang makin ‘halus’,” kata Membran,

sembari mengingatkan pentingnya membuat filter atau batasan dalam penggunaan AI agar manusia tidak terjebak dan bergantung total yang berpotensi “mematikan kehidupan manusia sesungguhnya yang mampu merasa.”

IGI Kota Serang berharap diskusi ini menjadi pemantik semangat bagi para pendidik di Banten untuk terus berkarya, menghasilkan penelitian, dan mempublikasikannya demi kemajuan pendidikan di daerah.

Agenda serupa diharapkan dapat digelar secara rutin untuk membudayakan tradisi literasi ilmiah di kalangan guru.(**)

Comments are closed.