Universitas Trisakti Perkenalkan SI-MANTAN di Merdeka Innovation Summit 2023

36

Jakarta, Satubanten – Sampah botol plastik telah lama menjadi masalah besar di Indonesia. Bahkan menurut Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat sampah plastik yang dihasilkan di Indonesia mencapai 64 juta ton pertahun dimana 3,2 juta ton diantaranya dibuang ke laut. Karena itulah dibutuhkan sebuah solusi cerdas yang efektif dan efisien untuk mengurai permasalahan sampah plastik khususnya botol kemasan plastik yang semakin menggunung dan sangat mengancam keberlangsungan lingkungan hidup.

Dan untuk mengurangi permasalahan sampah botol plastik ini, Universitas Trisakti baru saja memperkenalkan sebuah mesin canggih yang diberi nama SI-MANTAN (Sistem Integration for Machince as Nature Protection) pada event ‘Merdeka Innovation Summit 2023’ yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta pada tanggal 16 hingga 17 November 2023.

Prof. Dr.Ir Astri Rinanti, MT bersama Dr.Ir. Nurhikmah Budi Hartanti, MT yang ditemui di lokasi acara pun menceritakan tentang bagaimana proses hingga akhirnya SI-MANTAN berhasil menjadi salah satu peserta Merdeka Innovation Summit 2023 ini.

Menurut Dr.Ir. Nurhikmah, awalnya Tim dari Universitas Trisakti yang diketuai oleh Prof. Dr. Wegig Murwonugroho, S.Sn., M.Hum, dan beranggotakan Prof. Dr. Ir. Astri Rinanti, MT, Dr. Ir. Nurhikmah Budi Hartanti, MT, Dr. Winnie Septiani, ST, MSi, Dr. Sri Vandayuli Riorini, MM, dan Thalia Sunaryo, ST, MM, mengikuti sesi pitching pada program Matching Fund Kedai Reka 2022, sebuah platform yang dibangun oleh Kementerian Pendidikan, Riset dan Teknologi untuk menghubungkan antara insan pendidikan tinggi dengan dunia usaha.

Tim Universitas Trisakti yang mengirimkan SI-MANTAN akhirnya terpilih menjadi satu dari sembilan karya inovasi terbaik oleh Kedai Reka yang kemudian dipamerkan di event ‘Merdeka Innovation Summit 2023’.

SI-MANTAN sendiri adalah sebuah mesin yang memiliki kelebihan mampu mendeteksi jenis bahan baku kemasan botol plastik seperti PET CW (Clear White), PET BM (Blue Magenta) ataupun PET Warna, terpilah secara otomatis dan dicacah sesuai dengan kebutuhan industri.

Prof. Astri menceritakan dengan singkat bagaimana cara kerja SI-MANTAN di depan para tamu yang hadir dan melihat mesin ini.

“Awalnya barcode pada botol discan dan alat ini akan mendeteksi, lalu tutup botolnya kita pisahkan dan diletakan pada tempat khusus karena tutup punya kualitas yang berbeda sementara botolnya juga ditempatkan di sebelah kanan, pada tempat yang sudah disediakan. Nanti, ketika tombol berwarna hijau sudah menyala maka botol akan masuk ke dalam dan dihancurkan. Hasilnya menjadi plastik yang sudah hancur dan siap dijual kembali. Namun jika tombol kuning yang menyala berarti botol tidak terdeteksi jenisnya dan akan dicacah di ruang yang berbeda,” jelas Prof Astri sambil menunjukkan hasil sampah botol plastik yang telah dicacah.

Prof Astri juga menambahkan bahwa nantinya SI-MANTAN akan terus dikembangkan, salah satunya dengan menambahkan satu menu lagi untuk mendeteksi jumlah botol plastik yang dihancurkan dan akan mendapatkan reward berupa poin. Pihak Universitas Trisakti saat ini sudah bekerjasama dengan Bank Negara Indonesia (BNI), sehingga nantinya siapapun yang melakukan pencacahan botol plastik di mesin SI-MANTAN akan mendapatkan poin sejumlah botol yang sudah dicacah dalam kartu yang sudah disediakan oleh pihak BNI.

Di akhir, Universitas Trisakti lewat inovasi ini berharap SI-MANTAN akan dapat dikomersialiasikan dan menarik investor yang lebih besar untuk memproduksi mesin. Hal ini dikarenakan mesin ini sangat bermanfaat, khususnya sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dari pencemaran limbah botol kemasan plastik.

Comments are closed.