Satu berita mengulas segalanya

Sambut Tahun Ajaran Baru, Webinar IGI Kota Serang Angkat Topik Asesmen Awal Pembelajaran

Satubanten.com- Mengawali tahun ajaran 2024/2025, Pengurus Daerah Ikatan Guru Indonesia (PD IGI) Kota Serang kembali menyelenggarakan Webinar Nasional dengan sebutan Digdakser (Diskusi Guru Daring Kota Serang). Webinar berkala diselenggarakan tersebut melalui platform Zoom Meetings dengan peserta di atas 500 orang, serta live streaming melalui saluran Youtube IGI Kota Serang pada hari Jumat (19/07/2024). Tema yang diangkat pada Webinar Digdakser Seri VII ini adalah Praktik Baik Asesmen Awal Pembelajaran.

Bertindak sebagai moderator webinar adalah Jasmani, guru penggerak dari SMAN 6 Kota Serang. Pada webinar tersebut, PD IGI Kota Serang menghadirkan tiga narasumber yang sangat relevan dalam membahas tema yang diangkat. Ketiga narasumber tersebut adalah Suwardi dari unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Siti Daryanah dari SDN Cibonteng Kota Serang, serta Naning Marliani dari SMAN 1 Tasikmalaya.

“Sebenarnya ada satu lagi narasumber yaitu Pak Paruddin dari SMPN 1 Kendari, tapi tiba-tiba beliau terkena musibah, harus mengantar dan menunggui kakaknya di rumah sakit. Semoga kakak beliau segera membaik dan sehat kembali,” ujar Sonny Rohimat selaku Ketua IGI Kota Serang.

Dr. H. Suwardi, M.Pd. selaku narasumber pertama sekaligus bertindak sebagai keynote speaker. Dalam paparannya, Suwardi mengupas tentang urgensi asesmen awal atau asesmen diagnostik dalam mendukung implementasi kurikulum Merdeka, khususnya berkaitan dengan pembelajaran berdiferensiasi. Ia menyampaikan bahwa pembelajaran berdiferensiasi merupakan salah satu bentuk keberpihakan terhadap murid.

“Dengan adanya asesmen diagnostik ini, para guru dapat menyesuaikan dan merancang metode, model dan media pembelajaran yang sesuai kemampuan peserta didik” tutur Suwradi dalam pemaparannya.

Narasumber kedua Siti Daryanah, S.Pd.SD. memaparkan tentang praktik baik asesmen awal pada jenjang sekolah dasar. Siti Daryanah membahas tentang asesmen awal yang pernah ia lakukan di sekolahnya dengan menggunakan pendekatan TaRL atau Teaching at The Right Level. Adapun titik tekan asesmen yang ia lakukan adalah tentang literasi siswa.

“Agar tidak memberatkan murid, laksanakan asesmen awal secara sederhana dan sesuaikan dengan kesiapan satuan pendidikan,” ujar Siti Daryanah menutup pemaparannya.

Narasumber terakhir adalah Naning Marliani, S.Si., M.Pd. yang merupakan guru kimia SMAN 1 Tasikmalaya, Jawa Barat. Guru yang sebelumnya mengajar di SMAN 1 Cineam dan Sekolah Indonesia Singapura ini memaparkan tentang empat tahapan pelaksanaan asesmen awal yang harus dilakukan, khususnya pada mata pelajaran jenjang SMA. Keempat tahapan tersebut adalah menganalisis rapor murid tahun sebelumnya, mengidentifikasi kompetensi prasyarat, menyusun instrument asesmen, dan melaksanakan asesmen.

“Teknik yang bisa digunakan antara lain tes tertulis atau tes lisan, praktik, atau observasi. Kita juga menggunakan berbagai media yang menarik dan sesuai kebutuhan, misalnya bisa dengan Kahoot, Quizizz, Google Form, Mentimeter, atau mungkin Paper Based,” kata Naning.

Webinar ini mendapat tanggapan yang positif dari para peserta yang hadir, baik melalui Zoom maupun yang menyaksikan melalui channel Youtube. Menurut sebagian besar peserta, kegiatan webinar ini sangat membantu mereka dalam memahami asesmen awal pada tahun ajaran baru ini. Selain itu, pemaparan yang disampaikan oleh para narasumber juga mudah dipahami.

“Materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan mudah dipahami. Memang sangat penting bagi guru membuat asesmen awal pembelajaran agar dapat mengetahui bagaimama karakter anak,” tanggapan Rosdiana dari SDN Banjarsari 5 Kota Serang, Banten.

“Materinya sangat menarik, penjelasannya sangat jelas dan terima kasih sudah diizinkan untuk bergabung. Informasinya sangat membantu untuk perbaikan pembelajaran saya nanti di kelas,” ujar Lies Hartati Dewi dari SMPN 9 Kendari, Sulawesi Tenggara.

“Sangat bagus karena sangat membantu bagi kami  untuk saat ini yang bisa kami terapkan di kegiatan kami sehari-hari di sekolah,” kata Dwi Setyo Harini dari SMAN 4 Metro, Lampung.

Para peserta juga berharap agar IGI Kota Serang terus menyelenggarakan kegiatan webinar sebagai sarana berbagi inspirasi sesame guru. Bahkan, sebagian peserta juga menyampaikan usulan topik yang bisa diangkat untuk webinar-webinar berikutnya.

“Adakan webinar tentang pembelajaran untuk Anak Berkebutuhan Khusus,” saran Erlin Suharlinah dari SMKN 1 Kota Serang, Banten.

“Agar membuat acara serupa yang temanya menganai metode mengajar,” saran Mikdat Hawari dari SMK Negeri 1 Gunungsari Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

“Terima kasih kepada teman-teman panitia atas kerja samanya dalam kegiatan webinar, sehingga kegiatan berjalan dengan lancar dengan peserta lebih dari 500 orang dan pembicara yang sangat bagus. Semoga kegiatan webinar selanjutnya lebih baik lagi, IGI kota serang lebih maju lagi,” tutup Dedeh Mayasari, salah satu pengurus IGI Kota Serang sekaligus ketua penyelenggara Webinar Digdakser Seri VII. (**)