TNI AL Gagalkan Dugaan Penyelundupan Palm Oil di Perairan Medan

102

Medan, SatuBanten – Jajaran TNI Angkatan Laut (AL) menangkap kapal yang mengangkut 34 kontainer berisi Refined, Bleached, Deodorized (RBD) Palm Olein di Pelabuhan Terminal Petikemas (PTP) Belawan, Sumatra Utara. Kapal tersebut bernama MV Mathu Bhum dan berbendera Singapura. Mereka diduga hendak menyelundupkan RBD Palm Olein dari Pelabuhan Belawan ke Pelabuhan Klang, Malaysia.

Seperti diketahui, pemerintah saat ini melarang ekspor minyak goreng dan komoditas Crude Palm Oil (CPO) berikut produk turunannya. Larangan ini tercantum pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 22 Tahun 2022. Menurut Panglima Komando Armada TNI AL Laksamana Madya Agung Prasetiawan, penangkapan berawal dari informasi intelijen Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut I Belawan. Saat ini, awak kapal tengah diperiksa lebih lanjut.

“Kami menemukan 34 kontainer yang berisikan RBD Palm Olein yang merupakan barang yang dilarang sementara untuk diekspor,” kata Agung melalui siaran pers Sabtu (7/5/2022).

Agung menceritakan, kapal MV Mathu Bhum dihentikan petugas TNI AL saat hendak berlayar di perairan Belawan pada Rabu (4/4/2022) lalu.

“Tindakan yang dilakukan oleh TNI AL pada dasarnya sudah sesuai dengan tugas TNI AL dalam penegakan hukum di laut,” kata dia.

Selain kapal berbendera Singapura berisi 34 kontainer RBD Palm Olein tersebut, TNI AL juga mengamankan sejumlah kapal lainnya. Menurut Panglima Komando Armada I TNI AL Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah, pihaknya juga menghentikan laju empat kapal sejauh ini. Keempat kapal lainnya tersebut adalah TB Ever Sunrise berbendera Malaysia, kemudian MV World Progress berbendera Liberia, lalu MV We Blossom berbendera Tuvalu, dan MV Toto XVI berbendera Indonesia.

Di sisi lain, Panglima Komando Armada II TNI AL Laksamana Muda Iwan Isnurwanto mengatakan bahwa pihaknya juga telah menangkap 12 kapal. Kapal-kapal itu mengangkut komoditas batu bara, nikel ore, HSD, dan CPO. Iwan mengatakan, beberapa di antara kapal yang ditahan saat ini sudah ditangani pihak Kejaksaan.

“Saat ini kami masih menunggu proses tersebut sampai selesai,” kata Iwan.

Sementara itu, Panglima Komando Armada III TNI AL Laksamana Muda Irvansyah menjelaskan bahwa pihaknya sedang menangani perkara dua kapal pengangkut CPO. Keduanya yakni kapal MV Bangun Rejo dan KM Segara Anak. Kapal MV Bangun Rejo diduga mengangkut 2.500 ton CPO. Sedangkan kapal KM Segara Anak mengangkut komoditas biji kelapa sawit.

“Hasil pemeriksaan sementara untuk diangkut ke Pulau Jawa. Saat ini masih penyelidikan di Pangkalan Ambon,” kata Irvansyah. (***)

Comments are closed.