Abstrak
Perilaku boros di kalangan remaja menjadi fenomena yang semakin sering
ditemukan seiring berkembangnya teknologi dan media sosial. Berbagai tren yang muncul di internet, pengaruh lingkungan pergaulan, serta keinginan untuk mengikuti gaya hidup tertentu sering kali membuat remaja membeli barang atau menggunakan uang secara berlebihan tanpa mempertimbangkan kebutuhan yang sebenarnya. Akibatnya, banyak remaja lebih mengutamakan keinginan dibandingkan kebutuhan,
sehingga muncul perilaku konsumtif yang dapat berdampak pada kondisi keuangan dan kebiasaan hidup mereka di masa depan.
Artikel ini membahas pentingnya kontrol diri dalam membantu remaja mengelola
keuangan dengan lebih bijak. Kontrol diri dapat membantu seseorang berpikir sebelum membeli sesuatu, mempertimbangkan manfaat barang yang akan dibeli, serta menghindari pemborosan akibat pengaruh tren atau tekanan sosial. Dengan memiliki
kontrol diri yang baik, remaja dapat belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan, mengatur pengeluaran, serta membangun kebiasaan hidup hemat dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, penerapan kontrol diri sangat penting agar remaja mampu menghindari perilaku boros dan memiliki pola pengelolaan keuangan yang lebih sehat di kehidupan sehari-hari.
Kata kunci: Kontrol diri, perilaku boros, remaja, pengelolaan keuangan, media sosial.
Pendahuluan
Di era modern saat ini, perkembangan teknologi dan media sosial memberikan
pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan remaja. Berbagai informasi mengenai tren terbaru, gaya hidup, hingga produk yang sedang populer dapat dengan mudah diakses melalui internet. Kondisi ini membuat banyak remaja terdorong untuk mengikuti
tren agar tidak dianggap ketinggalan zaman oleh lingkungan pergaulan mereka. Akibatnya, banyak remaja yang menggunakan uang secara berlebihan hanya untuk memenuhi keinginan dan gaya hidup, bukan untuk kebutuhan yang penting.
Perilaku boros pada remaja muncul karena kurangnya kemampuan dalam
mengontrol diri saat menggunakan uang. Remaja sering kali membeli barang karena tertarik oleh promosi, mengikuti kata teman, atau terpengaruh oleh konten media sosial tanpa mempertimbangkan manfaat dan kebutuhan sebenarnya. Jika kebiasaan ini terus dilakukan, maka dapat menimbulkan perilaku konsumtif dan kebiasaan keuangan yang kurang baik di masa depan.
Kontrol diri menjadi salah satu hal penting yang perlu dimiliki oleh remaja agar mampu mengelola keuangan dengan lebih bijak. Dengan adanya kontrol diri, remaja dapat belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan, sehingga tidak mudah tergoda untuk melakukan pembelian yang berlebihan. Selain itu, kontrol diri juga membantu remaja dalam membangun kebiasaan hidup hemat, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap penggunaan uang.
Oleh karena itu, artikel ini membahas pentingnya kontrol diri dalam kehidupan remaja sebagai cara untuk menghindari perilaku boros dan membangun pola pengelolaan keuangan yang lebih sehat.
Tinjauan Pustaka
Perilaku konsumtif pada remaja menjadi salah satu permasalahan yang
semakin sering ditemukan seiring berkembangnya media sosial dan tren gaya hidup modern. Remaja cenderung melakukan pembelian berdasarkan keinginan, penampilan, dan pengaruh lingkungan sosial dibandingkan kebutuhan yang sebenarnya. Menurut
Dewi (2021), media sosial dapat mendorong perilaku konsumsi yang berlebihan karena individu terdorong untuk mengikuti tren dan standar gaya hidup yang ditampilkan oleh orang lain. Akibatnya, remaja menjadi lebih mudah melakukan pembelian impulsif yang
berpotensi menimbulkan perilaku boros.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi perilaku boros adalah
dengan menerapkan prinsip gaya hidup minimalis. Menurut Wijaya (2019), gaya hidup minimalis menekankan kesadaran dalam menggunakan barang, memilih kebutuhan berdasarkan fungsi dan manfaat, serta menghindari konsumsi yang berlebihan. Konsep ini membantu individu untuk lebih bijak dalam mengelola pengeluaran dan memprioritaskan kebutuhan dibandingkan keinginan. Penerapan gaya hidup sederhana juga dapat meningkatkan kepuasan hidup karena individu tidak terus-menerus terdorong untuk mengikuti tren konsumsi yang berubah dengan cepat.
Selain itu, kontrol diri memiliki peran penting dalam pengelolaan keuangan
pribadi. Kontrol diri merupakan kemampuan seseorang untuk mengendalikan keinginan sesaat demi mencapai tujuan jangka panjang. Remaja yang memiliki kontrol diri yang
baik cenderung lebih mampu mengelola uang saku secara efektif dan menghindari perilaku konsumtif yang berlebihan.
Peningkatan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sejak usia remaja
sangat penting agar terbentuk kebiasaan keuangan yang sehat. Edukasi mengenai
perencanaan keuangan, pengelolaan uang saku, serta pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan dapat membantu remaja mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak. Dengan demikian, kombinasi antara kontrol diri yang baik dan pemahaman keuangan yang memadai dapat menjadi strategi efektif untuk mencegah perilaku boros pada remaja.
Metodologi
Kegiatan ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan edukatif. Metode ini dipilih karena mampu menggambarkan proses pelaksaan kegiatan serta respon dari peserta selama kegiatan berlangsung. Subjek dalam kegiatan ini adalah siswa-siswi SMP Negeri 171 Jakarta. Pemilihan subjek didasarkan pada pentingnya kontrol diri dalam mengelola keuangan sejak remaja untuk masa depan yang lebih baik.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi.
Observasi dilakukan dengan mengamati secara langsung keaktifan, partisipasi, serta respon siswa-siswi selama kegiatan berlangsung. Sementara, dokumentasi digunakan sebagai bukti pelaksanaan kegiatan dalan bentuk foto dan catatan kegiatan.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa metode, yaitu penyampaian
materi, diskusi interaktif, kuis, praktek dalam mengelola keuangan digital menggunakan aplikasi excel dengan menggunakan rumus-rumus dasar yang ada di aplikasi excel, dan permainan edukatif. Pendekatan ini digunakan untuk menciptakan suasana belajar
yang lebih santai namun tetap efektif dalam penyampaian materi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dengan melihat tingkat partisipasi dan respon siswa-siswi selama kegiatan berlangsung Praktek Excel kepada para siswa Hasil dan Pembahasan
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan judul “Stop Boros! Pentingnya Kontrol Diri dalam Kehidupan Remaja” bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai pentingnya mengontrol pengeluaran serta membedakan
kebutuhan dan keinginan. Kegiatan ini dilaksanakan kepada siswa-siswi SMP Negeri 171 Jakarta melalui sosialisasi, diskusi interaktif, dan praktik sederhana pengelolaan keuangan.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengelolaan uang
secara bijak sejak usia remaja. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh siswa. Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme yang baik melalui keaktifan dalam menjawab pertanyaan, berdiskusi, dan berbagi pengalaman mengenai penggunaan uang saku sehari-hari.
Berdasarkan hasil diskusi, masih banyak remaja yang mudah terpengaruh oleh
tren dan media sosial sehingga muncul perilaku boros. Uang saku sering digunakan untuk membeli barang yang tidak terlalu dibutuhkan, seperti mengikuti tren fashion, nongkrong, atau belanja online. Kebiasaan tersebut dapat berdampak buruk apabila dilakukan terus-menerus karena dapat membuat remaja sulit mengatur keuangan.
Melalui kegiatan ini, siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya kontrol diri dalam pengelolaan uang. Dengan kontrol diri, remaja dapat membedakan antara kebutuhan dan keinginan sehingga pengeluaran menjadi lebih bijak. Selain itu, siswa juga diajarkan pentingnya menabung dan membuat anggaran sederhana untuk
mengurangi perilaku konsumtif.
Pada sesi praktik, siswa belajar mencatat pemasukan dan pengeluaran menggunakan aplikasi Excel dengan tabel sederhana dan rumus dasar. Kegiatan ini membantu siswa memahami cara mengelola keuangan secara lebih teratur dan mudah dipahami.
Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini memberikan dampak positif terhadap
pemahaman siswa terkait pentingnya hidup hemat dan bijak dalam menggunakan uang. Diharapkan siswa dapat mulai menerapkan pengelolaan keuangan sederhana dalam kehidupan sehari-hari demi masa depan yang lebih baik.
Kesimpulan
Berdasarkan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang telah
dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa kontrol diri sangat penting dalam pengelolaan keuangan pada remaja. Adanya pengaruh media sosial, tren, dan lingkungan dapat memicu perilaku boros apabila remaja tidak mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Melalui kegiatan sosialisasi kepada siswa-siswi SMP Negeri 171 Jakarta, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya hidup hemat, menabung, dan mengatur uang secara bijak. Praktik penggunaan aplikasi Excel juga membantu siswa memahami cara sederhana dalam mencatat pemasukan dan pengeluaran.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran remaja untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan serta menerapkan kebiasaan hidup hemat demi masa depan yang lebih baik.
Daftar Pustaka
Assah, D. N. (2022). Pengaruh Uang Saku dan Gaya Hidup terhadap Minat Menabung (Studi pada Siswa SMA Bala Keselamatan Kalawara).
Jurnal Kolaborasi Sains, 333-342.
Dalimunthe, H. (2025). Sosialisasi Financial Planning Untuk Kalangan Remaja Pada Siswa/i Sekolah Menengah Pertama Swasta Muhammadiyah 1 Medan.
Journal Of Human And Education ,
203-211.
Tondowala, S. T. (2025). Sosialisasi cerdas mengelola uang sejak dini pada siswa SMP Negeri 2 Pamona Timur. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7-14