Satu berita mengulas segalanya

Menanamkan Kebiasaan Finansial Sehat Pada Anak Melalui Edukasi Kreatif di Yayasan Mutakabbir

10

 

Abstrak

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Pamulang di Yayasan Mutakabbir, Kemang, Bogor, bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan anak-anak melalui edukasi pengelolaan uang saku secara bijak. Program ini menekankan pentingnya pengaturan keuangan, kebiasaan menabung, serta pengendalian perilaku konsumtif sejak dini. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi secara interaktif, disertai ice breaking dan kuis untuk meningkatkan partisipasi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pengelolaan uang saku dan pentingnya kebiasaan finansial yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam membentuk perilaku keuangan yang lebih bijak serta meningkatkan kesadaran literasi keuangan pada anak-anak.

Kata kunci: literasi keuangan, uang saku, edukasi keuangan, PKM, Universitas Pamulang, Bogor

Pendahuluan

Menumbuhkan kebiasaan menabung sejak dini merupakan langkah penting dalam membentuk karakter anak yang mandiri dan bertanggung jawab. Di era modern yang penuh dengan godaan konsumtif, anak-anak perlu dibekali pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sejak usia muda. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui program literasi keuangan berbasis edukasi kreatif, seperti yang dapat diterapkan di Yayasan Mutakabbir.

Literasi keuangan bagi anak tidak hanya berkaitan dengan mengenal uang, tetapi juga memahami cara mengelola, menyimpan, dan menggunakannya secara bijak. Sayangnya, masih banyak anak yang belum mendapatkan pendidikan ini secara optimal. Oleh karena itu, pendekatan kreatif menjadi sangat penting agar pembelajaran terasa menyenangkan dan mudah dipahami.

Di Yayasan Mutakabbir, kegiatan edukasi keuangan dilaksanakan melalui penyampaian materi secara langsung kepada anak-anak mengenai pentingnya mengelola uang saku dengan bijak. Selain itu, kegiatan juga dilengkapi dengan ice breaking untuk mencairkan suasana serta kuis interaktif guna meningkatkan pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan. Melalui pendekatan ini, diharapkan anak-anak dapat lebih mudah memahami konsep dasar pengelolaan keuangan dan mulai menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, peran pendidik dan pengelola yayasan sangat berpengaruh dalam keberhasilan program ini. Mereka dapat menjadi teladan dalam menerapkan kebiasaan menabung dan mengajarkan nilai-nilai sederhana seperti membedakan kebutuhan dan keinginan. Pendekatan yang interaktif dan komunikatif akan membantu anak lebih mudah memahami konsep keuangan.

Pemanfaatan metode pembelajaran interaktif juga menjadi pelengkap dalam program ini. Penyampaian materi dilakukan melalui presentasi yang menarik, disertai dengan permainan (games) untuk mencairkan suasana, serta kuis sebagai evaluasi pemahaman anak. Dengan demikian, anak-anak tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga terlibat aktif dalam proses pembelajaran.

Melalui program literasi keuangan berbasis edukasi kreatif di Yayasan Mutakabbir, diharapkan anak-anak dapat membangun kebiasaan menabung sejak dini. Kebiasaan ini akan menjadi bekal penting bagi mereka dalam menghadapi kehidupan di masa depan. Dengan fondasi keuangan yang kuat, mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, mandiri, dan mampu mengelola keuangan dengan bijak.

Tinjauan Pustaka

Literasi keuangan merupakan kemampuan individu dalam memahami, mengelola, serta mengambil keputusan yang tepat terkait keuangan. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK, 2017), literasi keuangan mencakup pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap dan perilaku seseorang dalam meningkatkan kualitas pengambilan keputusan keuangan.

Pentingnya literasi keuangan juga ditegaskan oleh Bank Indonesia yang menyatakan bahwa edukasi keuangan sejak dini merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat (Bank Indonesia, 2020). Rendahnya tingkat literasi keuangan pada kalangan remaja dapat berdampak pada kurangnya kemampuan dalam mengelola keuangan secara bijak.

Menabung merupakan salah satu bentuk implementasi sederhana dari literasi keuangan. Kebiasaan menabung sejak dini dapat membantu individu dalam membangun perilaku keuangan yang disiplin dan bertanggung jawab. Menurut Lusardi dan Mitchell (2014), individu yang memiliki literasi keuangan yang baik cenderung memiliki perilaku keuangan yang lebih terencana dan stabil.

Selain itu, penggunaan metode pembelajaran yang tepat juga berpengaruh terhadap efektivitas penyampaian materi. Pendekatan edukasi berbasis kreatif yang melibatkan interaksi aktif peserta, seperti diskusi dan permainan edukatif, terbukti mampu meningkatkan pemahaman siswa dibandingkan metode konvensional (Chen & Volpe, 1998).

METODOLOGI

Kegiatan ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan edukatif. Metode ini dipilih karena mampu menggambarkan secara langsung proses pelaksanaan kegiatan serta respon peserta selama kegiatan berlangsung.

Subjek dalam kegiatan ini adalah siswa yang berada di Yayasan Mutakabbir Kemang Bogor dengan rentang jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Pemilihan subjek ini didasarkan pada pentingnya penanaman literasi keuangan sejak usia dini hingga remaja, karena pada tahap ini mulai terbentuk kebiasaan dalam mengelola keuangan.

Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Observasi dilakukan dengan mengamati secara langsung keaktifan, partisipasi, serta respon siswa selama kegiatan berlangsung. Sementara itu, dokumentasi digunakan sebagai bukti pelaksanaan kegiatan dalam bentuk foto dan catatan kegiatan.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa metode, yaitu penyampaian materi, diskusi interaktif, serta kuis dan permainan edukatif. Pendekatan ini digunakan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih santai namun tetap efektif dalam menyampaikan materi.

Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dengan melihat tingkat partisipasi dan respon siswa selama kegiatan berlangsun

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan judul “Membangun Budaya Menabung Sejak Dini melalui Program Literasi Keuangan Berbasis Edukasi Kreatif” telah dilaksanakan di Yayasan Mutakabbir Kemang Bogor dengan melibatkan peserta dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai pengelolaan keuangan sejak usia dini.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan penyampaian materi utama mengenai literasi keuangan. Materi disampaikan secara interaktif melalui penjelasan sederhana, diskusi, serta kuis yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman peserta. Dokumentasi kegiatan dapat dilihat pada Gambar 2 dan Gambar 3.

Materi yang diberikan mencakup pengenalan konsep dasar pengelolaan keuangan, seperti pentingnya mengatur uang saku, membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta pentingnya menabung. Untuk peserta tingkat SD, penyampaian dilakukan dengan bahasa yang lebih sederhana dan contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, untuk peserta tingkat SMP dan SMA, materi disampaikan dengan penjelasan yang lebih mendalam dan disertai diskusi.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi. Hal ini terlihat dari keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan, mengikuti kuis, serta berpartisipasi dalam diskusi. Siswa dari jenjang SMP dan SMA cenderung lebih cepat memahami materi yang diberikan, sedangkan siswa SD memerlukan pendekatan yang lebih sederhana dan bertahap.

Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan, terdapat peningkatan pemahaman siswa mengenai konsep dasar literasi keuangan. Peserta mulai mampu memahami pentingnya mengelola uang saku dengan bijak serta membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Selain itu, siswa juga menunjukkan ketertarikan terhadap kebiasaan menabung sebagai langkah awal dalam pengelolaan keuangan.

Meskipun kegiatan berjalan dengan baik, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan waktu yang membuat penyampaian materi belum dapat dilakukan secara maksimal untuk seluruh jenjang peserta. Selain itu, perbedaan tingkat pemahaman antar jenjang pendidikan juga menjadi tantangan dalam penyampaian materi secara merata. penyampaian materi secara satu arah, metode ini membuat siswa lebih berani untuk berpartisipasi dan menyampaikan pendapat mereka.

Meskipun tidak dilakukan pengukuran secara kuantitatif, peningkatan pemahaman siswa dapat dilihat dari kemampuan mereka dalam menjawab pertanyaan serta keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh peserta.

Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang positif bagi siswa. Selain mendapatkan pengetahuan baru, siswa juga menjadi lebih sadar akan pentingnya pengelolaan keuangan dalam kehidupan sehari-hari.

Kesimpulan

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan di Yayasan Mutakabbir Kemang Bogor memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman siswa mengenai literasi keuangan. Melalui pendekatan edukasi yang interaktif dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan, siswa dapat lebih mudah memahami konsep dasar pengelolaan keuangan, khususnya dalam hal mengatur uang saku dan membedakan kebutuhan dengan keinginan.

Partisipasi aktif peserta selama kegiatan menunjukkan bahwa metode yang digunakan mampu menarik minat siswa dan menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendukung keberhasilan kegiatan.

Namun demikian, kegiatan ini masih memiliki beberapa keterbatasan, terutama dalam hal durasi pelaksanaan dan perbedaan tingkat pemahaman peserta. Oleh karena itu, ke depannya diperlukan pengembangan kegiatan serupa dengan waktu yang lebih panjang serta metode penyampaian yang lebih variatif agar hasil yang diperoleh dapat lebih optimal.

 

Daftar Pustaka

 

Hamidah, E. N., Subroto, W. T., & Hakim, L. (2024). Studi literasi keuangan dalam meningkatkan perilaku keuangan pada remaja. Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha.

Otoritas Jasa Keuangan, O. J. K (2017). Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia.

Lusardi, A., & Mitchell, O. S. (2014). Pentingnya Literasi Keuangan dalam Ekonomi: Teori dan Bukti. Jurnal Literatur Ekonomi, 5-44.

Sthevanie, F., Wulandari, G. S., & & Sulistiyo, M. D. (2025). Pengembangan Media Komunikasi SD Ar-Rafi’ Bandung dalam Bentuk Jurnal Digital dan Chatbot Informasi Layanan. COSECANT, 1-6.

 

 

 

Comments are closed.