Kemajuan Teknologi Indonesia Yang “Terhenti”

8

Satu Goresan,- Pesawat N250 merupakan pesawat pertama karya anak bangsa yang dirancang Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie. Pesawat N250 ini pertama kali diungkapkan oleh PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) yang sekarang menjadi PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) di tahun 1989. Pembuatan prototipe pesawat N250 Gatotkaca dimulai pada tahun 1992.

Pesawat N250 ini pertama kali diterbangkan pada 10 Agustus 1995, selama 55 menit, yang kemudian ditetapkan menjadi Hari Kebangkitan Teknologi Nasional. Memiliki kecepatan maksimalnya 610 km per jam dengan kapasitas penumpang 50 orang.

Pesawat N250 menjadi pesawat tercepat di kelasnya dan mampu beroperasi di ketinggian 24.000 kaki atau 7.620 meter dengan daya jelajah sejauh 1.480 km. Namun program pembuatan N250 selanjutnya harus dihentikan produksinya akibat krisis ekonomi yang saat itu terjadi secara berkepanjangan pada tahun 1997.

Pada tanggal 21 Agustus 2022, pesawat N250 Gatotkaca resmi menjadi bagian dari Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala Yogyakarta dan ditetapkan sebagai salah satu koleksi dari museum tersebut. Selain itu, pesawat ini dimuseumkan sebagai upaya untuk menjaga aset negara karena memiliki nilai histori yang tinggi.
.
Drone Elang Hitam kali pertama diperkenalkan di PT Dirgantara Indonesia pada 30 Desember 2019. Menjadi merupakan salah satu Program Strategis Nasional pada sejak tahun 2016. Drone Elang Hitam mempunyai kemampuan terbang pada ketinggian menengah mencapai 15.000-30.000 kaki dan mampu terbang selama 24-30 jam.

Proyek ini memiliki investasti total Rp 962 triliun dan sepenuhnya berasal dari APBN dan ditargetkan beroperasi tahun 2024 setelah mendapatkan sejumlah uji sertifikasi. Namun pengembangan Drone Elang Hitam ini dihentikan secara sepihak oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko pada tahun 2022.

Kemudian hal tersebut coba dibantah kepala BRIN Laksana Tri Handoko bahwa proyek Drine Elang Hitam pengembangannya bukan lagi untuk kombatan, tetapi untuk tujuan sipil. Dengan ini, ambisi Indonesia memiliki drone kombatan di masa depan pun pupus. (**)
.

Comments are closed.