Harga Sejumlah Bahan Pangan di Pasar Rau, Kota Serang Naik Pada Pekan Pertama Puasa

41

Serang, SatuBanten – Harga sejumlah komoditas pangan seperti beras, telur, cabai, dan bawang di Pasar Rau Kota Serang, mengalami kenaikan pada Senin (27/3) atau pekan pertama bulan Ramadhan menyusul meningkatnya permintaan masyarakat.

Salah satu pedagang cabai dan bawang di Pasar Rau, Yani (41) mengatakan bahwa harga cabai rawit merah tembus Rp95.000 per kilogram dari sebelumnya sekitar Rp 70.000 per kilogram. Begitu pula bawang merah dan bawang putih yang berada di Rp40.000-50.000 per kilogram.

“Bawang sama cabai naik dari sebelum Ramadhan. Naiknya sekitar Rp5.000-10.000, tapi peminatnya tetap banyak, karena kan buat takjil, bahan bumbu utama masak, jadi ga ada perbedaan,” kata Yani saat ditemui di lokasi.

Kenaikan juga terjadi pada beras dan telur, beras naik menjadi Rp10.000 per liter, sedangkan telur menjadi Rp32.000 per kilogram.

“Sekilonya naik Rp500 perak kalau beras. Sebelumnya kan naiknya tinggi banget, terus ada penurunan sebelum Ramadhan kisaran Rp500-1.000 per kilogram, nah sekarang naik lagi, begitu juga telur yang harganya masih naik turun kisaran Rp28.000-32.000,” kata salah satu pedagang beras dan telur di Pasar Rau, Hasan (44).

Kenaikan harga beras yang tinggi, kata Hasan, berimbas pada menurunnya tingkat konsumen di Pasar Rau.

Di sisi lain, harga daging sapi mengalami penurunan di awal Ramadhan 1444 Hijriah dari sebelumnya Rp155.000 menjadi Rp145.000 per kilogram.

“Sekarang mah turun sudah dari 2 hari lalu, karena pembelinya enggak ada dan berkurang, jadi turun, kalo mau lebaran pasti naik lagi. Mungkin juga kemarin ramai karena perdana puasa jadi pada mau makan enak,” ujar penjual daging di Pasar Rau, Entis (41).

Selain itu, salah satu penjual minyak dan gula, Ardi (50) mengatakan bahwa harga minyak juga mengalami penurunan sekitar Rp2.000-5.000. Sedangkan harga gula relatif stabil Rp14.000 per kilogram.

“Minyak malahan turun, sebelumnya biasa jual Rp17.000 per kilogram, sekarang jual Rp15.000, kalo yang Rp42.000 sekarang Rp38.000,” kata Ardi.

Turunnya harga minyak, kata Joni, karena peminat minyak di Pasar Rau sedikit menurun.

“Pembelinya sepi pas Ramadhan, liat saja ga ada orang. Itu dia turun karena sepi, jadi peminatnya kurang sedangkan orang perlu duit, jadi diturunin harganya. Kalo pembelinya banyak, naik juga harganya, biasanya nanti naik pas mau lebaran,” jelas Ardi. (**)

Comments are closed.