Satu berita mengulas segalanya

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Berharap Dukungan Pemerintah di Bawah Kepemimpinan Presiden Prabowo

53

Satubanten.com- Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menyatakan, situasi industri industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di dalam negeri mendapatkan ancaman serius dari sisi permintaan. Sebab, dengan masuknya produk-produk dari China, disinyalir menjadi penyebab keruntuhan industri tekstil di tanah air.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa menjelaskan, dari sisi permintaan memang terjadi pelemahan baik dari pasar dalam negeri, maupun pasar ekspor. Hal ini disebabkan oleh pelemahan ekonomi global yang terjadi pasca covid 19 dan berlanjut pada konflik geopolitik.

Jemmy mengharapkan, di era pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto ke depan bisa memerhatikan keberlangsungan industri tekstil. Salah satu upayanya dengan mengeluarkan kebijakan yang tegas membatasi produk impor masuk ke dalam pasar dalam negeri.

“Industri TPT perlu dukungan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo untuk segera menerbitkan kebijakan trade barrier untuk melindungi industri TPT dari over supply (over production)-nya produk China,” katanya.

Menurut Jemmy, negara-negara dengan jumlah populasi besar saat ini sudah mulai memerhatikan keberlangsungan industri tekstil. Sebab, sektor ini mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak masuk dalam kategori pekerjaan formal.

Hal ini sekaligus menjadi upaya agar bonus demografi atau pertambahan populasi penduduk di Indonesia tidak menjadi bencana demografi dengan meningkatkan jumlah pengangguran. (**)

Comments are closed.