Peneliti Telkom University Kolaborasi Dengan Peneliti Wollongong Kembangkan Alat Deteksi Tinggi Air Banjir
Jakarta, Satubanten – Miftadi Sudjai, Senior Academic Telkom University bersama peneliti dari Universitas Wollongong dari Australia mengembangkan sistem berbasis AI untuk memantau ketinggian air dan memberikan peringatan dini yang diberi nama Tide-Eye.
“Tide Eye dikembangkan sebagai solusi teknologi yang mampu memantau kondisi banjir rob secara real-time,” ujar Miftadi dalam acara Indonesia Data and Economic Conference (IDE) 2025.
Banjir rob yang kerap terjadi di pesisir Indonesia menjadi latar belakang dari sistem Tide Eye, dan telah digunakan di Kota Semarang dan Pekalongan.
Riset dan inovasi Tide-eye ini didukung oleh KONEKSI yang merupakan kemitraan dalam bidang pengetahuan dan inovasi antara Indonesia dan Australia.
Sistem Tide Eye bekerja dengan dua fungsi utama. Pertama, memonitor muara sungai untuk mengukur naik turunnya air akibat banjir rob. Kedua, mengawasi banjir akibat hujan dan luapan sungai (river rain).
Data yang dihasilkan oleh Tide Eye tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga operasional, sehingga dapat digunakan oleh berbagai pihak dalam penanganan darurat.
Dengan dukungan teknologi yang terus dikembangkan, Tide Eye berpotensi menjadi solusi unggulan dalam menghadapi tantangan banjir rob di berbagai daerah di masa depan. (Sbs)
Comments are closed.