Satu berita mengulas segalanya

Webinar Nasional Digdakser Seri VIII: Maksimalkan Lingkungan Sekitar untuk Belajar

182

Serang, Satubanten – Webinar Nasional Diskusi Guru Daring Kota Serang alias Digdakser kembali hadir untuk Seri VIII. Webinar berkala yang diselenggarakan oleh Pengurus Daerah Ikatan Guru Indonesia (PD IGI) Kota Serang kali ini mengangkat tema Pemanfaatan Lingkungan Sekitar Sekolah Sebagai Media Pembelajaran.

Acara virtual melalui Zoom Cloud Meetings ini diselenggarakan pada Jumat hari tanggal 13 September 2024.
Webinar dipandu oleh Yusi Maesuri, guru SDIT Bina Bangsa Kota Serang, sekaligus Sekretaris PD IGI Kota Serang. Bertindak sebagai pembicara utama, Didin Syamsudin, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Djuanda, Bogor, Jawa Barat.

Adapun narasumber praktik baik pada webinar kali ini adalah Rijal Kamaluddin Husaeni yang merupakan Wakil Sekretaris Perkumpulan Pendidik Sains Kimia Indonesia (PPSKI) Pusat dan Sri Kurniasih yang merupakan Kepala TK Assalam Kota Serang.

Didin Syamsuddin, M.M.Pd. dalam pengantarnya menyampaikan tentang pentingnya guru memiliki kreativitas dalam memanfaatkan lingkungan untuk pembelajaran. Dalam paparannya, alumnus MA Terpadu Pakunagara Ciamis serta beberapa perguruan tinggi ini menyampaikan peran lingkungan dalam pembelajaran. Menurut Didin, lingkungan bisa berperan sebagai sasaran belajar, sumber belajar, dan juga sarana belajar.

“Jenis lingkungan belajar itu bisa berupa lingkungan sosial seperti organisasi sosial atau adat dan kebiasaan, bisa berupa lingkungan alam seperti keadaan geografis atau sumber daya alam, atau bisa juga berupa lingkungan buatan seperti bendungan atau taman,” tutur Didin yang pernah mengenyam pendidikan di beberapa pondok pesantren ini.

Praktik baik pertama dipaparkan oleh Rijal Kamaluddin, S.Si., M.PKim yang merupakan guru kimia MAS Albidayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Secara sistematis, peraih medali emas berbagai kompetisi bidang kimia ini memaparkan tentang perkembangan pembelajaran berbasis media di Indonesia, karakteristik pembelajaran bermakna, metode pembelajaran sesuai kebutuhan siswa, media pembelajaran yang efektif, serta praktik baik pemanfaatan lingkungan sebagai media pembelajaran.

“Banyak media pembelajaran yang bisa kita manfaatkan dari lingkungan sekitar rumah seperti gelas ukur dan timbangan yang ada di dapur, botol kaca dan botol plastik bekas, buah-buahan dan sayuran, atau perlengkapan kamar mandi,” ucap Rijal yang aktif menyusun karya tulis dalam bentuk diktat, buku, dan juga modul.

Praktik baik berikutnya dipaparkan oleh Sri Kurniasih, S.Pd.AUD, M.Pd. yang merupakan Pengajar Praktik Guru Penggerak Angkatan 7. Dalam pemaparannya, Sri menjelaskan bahwa tujuan pemanfaatan lingkungan sekitar dalam pembelajaran antara lain untuk meningkatkan pemahaman, mengembangkan keterampilan, dan menumbuhkan kepedulian.

“Dengan memanfaatkan lingkungan sekitar, kita bisa membantu siswa memahami konsep-konsep secara konkret dan kontekstual, serta membantu siswa mengembangkan keterampilan praktis dan pemecahan masalah. Selain itu, pemanfaatan lingkungan dalam belajar juga bisa menumbuhkan kepedulian dan rasa tanggung jawab siswa terhadap lingkungan,” ucap Sri.

Webinar dihadiri oleh ratusan peserta yang merupakan para pendidik dari berbagai jenjang satuan pendidikan. Peserta juga bukan hanya dari Kota Serang melainkan berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Secara umum para peserta mendapat manfaat berupa ilmu dan inspirasi yang luar biasa dari penyelenggaraan webinar tersebut.

“Webinarnya sangat bermanfaat sekali, banyak ilmu dan informasi yang didapat, dapat dijadikan referensi untuk meningkatkan pembelajaran dikelas,” ujar Rahmayanti dari SMA Negeri 1 Air Gegas, Bangka Belitung.

“Materinya daging banget, apalagi kondisi kami di dekat laut,” tutur Nining Febriyanti dari SMAN 1 Lemong, Lampung.

“Sangat bagus, membuka wawasan kami sebagai guru bahwa lingkungan terdekat bisa menjadi media dan sumber belajar bagi peserta didik,” kata Robiatul Adawiah dari SKhN 01 Kota Serang, Banten.

Namun, sebagian peserta juga mengeluhkan adanya kebisingan suara peserta lain yang tidak mematikan mikrofonnya. Selain itu, peserta juga banyak memberikan saran dan masukan untuk penyelenggaraan webinar yang diselenggarakan oleh IGI Kota Serang. Secara umum para peserta mendukung agar IGI Kota Serang terus bergerak dan berbagi bersama guru-guru demi meningkatkan kompetensi para guru.

“Semoga ke depan webinar seperti ini dapat lebih diperbanyak lagi utnuk menambah pengetahuan kepada teman-teman guru di seluruh nusantara,” kata Muhammad Arif Pither dari MAN Bantaeng, Sulawesi Selatan.

“Semoga webinar selanjutnya bisa menyajikan tema tentang AI,” saran Rini Lisma dari SMP Negeri 11 Sungai Penuh, Jambi.

“Saran untuk IGI Kota Serang, mudah-mudahan nanti ada diklat yang minimal 32 JP secara rutin yang diselenggarakan oleh IGI Kota Serang,” masukan dari Slamet Hasim, guru SMAN 1 Sajira, Banten.

Panitia penyelenggara menyampaikan ucapan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada seluruh pihak yang telah turut serta menyukseskan Webinar Digdakser Seri VIII.

“Terima kasih banyak untuk para narasumber, teman-teman pengurus, dan juga para peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Webinar ini mengingatkan kita bahwa lingkungan sekolah merupakan rumah kedua dari warga sekolah, maka dari itu banyak manfaat yang kita ambil untuk meningkatkan kreativitas dan menanamkan kepedulian terhadap sesama,” ucap Ketua pelaksana Webinar Digdakser Seri VIII, Asnawiah, yang merupakan guru SKH Negeri 01 Kota Serang.

“Terima kasih juga kami sampaikan kepada teman-teman yang telah memberikan banyak dukungan dan masukan kepada kami. Mudah-mudahan ke depannya IGI Kota Serang bisa semakin baik dalam penyelenggaraan webinar, serta semakin memberikan manfaat dengan berbagai program lainnya, untuk Pendidikan yang semakin baik,” pungkas Ketua PD IGI Kota Serang, Sonny Rohimat dari SMA Negeri 6 Kota Serang.

Comments are closed.