Abstrak
Perkembangan teknologi digital memberikan kemudahan dalam akses informasi dan transaksi keuangan, namun juga berdampak pada meningkatnya perilaku konsumtif di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya kontrol diri dalam mengelola keuangan di era digital.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilaksanakan di SMP Negeri 171 Jakarta pada tanggal 23 April 2026 melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Subjek penelitian adalah siswa-siswi yang mengikuti kegiatan tersebut. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tanya jawab, praktik, dan dokumentasi. Praktik dilakukan dengan mengajarkan penggunaan Microsoft Excel sebagai media sederhana untuk mencatat dan mengelola tabungan.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kemudahan akses media sosial dan platform digital dapat memengaruhi perilaku konsumtif remaja. Namun, melalui edukasi dan praktik langsung, siswa mulai memahami pentingnya pengelolaan keuangan secara bijak. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan serta membentuk kebiasaan finansial yang lebih baik sejak dini.
Kata kunci: perilaku konsumtif, remaja, literasi keuangan, kontrol diri, era digital
Pendahuluan
Perkembangan teknologi digital memberikan dampak besar terhadap kehidupan remaja, termasuk dalam cara mereka mengelola keuangan. Kemudahan akses internet, media sosial, e-commerce, serta dompet digital membuat aktivitas belanja menjadi lebih praktis dan cepat. Remaja sebagai kelompok yang aktif menggunakan teknologi menjadi salah satu pengguna terbesar layanan digital, terutama pada platform belanja online seperti TikTok Shop. Menurut penelitian Dina Yustika Lubis (2025), perkembangan e-commerce dan media sosial mendorong remaja lebih mudah melakukan pembelian karena pengaruh tren, promosi, diskon, dan lingkungan sosial.
Selain itu, penggunaan financial technology (fintech), e-money, dan sistem pembayaran digital membuat transaksi non-tunai semakin mudah dilakukan. Penelitian Saiman dan Setyaningsih (2025) menjelaskan bahwa kemudahan transaksi digital dapat meningkatkan perilaku konsumtif apabila tidak diimbangi dengan kontrol diri yang baik. Remaja sering kali membeli barang bukan berdasarkan kebutuhan, melainkan karena dorongan emosional, gaya hidup, atau fenomena fear of missing out (FOMO).
Kontrol diri menjadi faktor penting dalam menentukan bagaimana remaja menggunakan teknologi secara bijak. Remaja yang memiliki kontrol diri baik cenderung mampu membedakan kebutuhan dan keinginan sehingga dapat mengatur pengeluaran dengan lebih tepat. Sebaliknya, rendahnya kontrol diri dapat membuat teknologi justru mendorong perilaku konsumtif dan kebiasaan boros sejak usia muda.
Berdasarkan kondisi tersebut, penting untuk memahami hubungan antara perkembangan teknologi dan kemampuan kontrol diri dalam memengaruhi perilaku keuangan remaja. Oleh karena itu, pembahasan mengenai “Teknologi vs Kontrol Diri: Siapa yang Menguasai Keuangan Remaja” menjadi relevan untuk melihat bagaimana teknologi memengaruhi pola konsumsi remaja serta pentingnya kontrol diri dalam menjaga pengelolaan keuangan di era digital.
Tinjauan Pustaka
Perkembangan teknologi digital memberikan pengaruh besar terhadap perilaku konsumtif remaja. Media sosial, e-commerce, serta dompet digital membuat proses belanja menjadi lebih mudah, cepat, dan praktis. Menurut penelitian Mudayen dkk. (2025), teknologi finansial, gaya hidup, dan konformitas teman sebaya memiliki pengaruh terhadap perilaku konsumtif remaja di era Society 5.0. Remaja cenderung melakukan pembelian karena pengaruh tren, promosi, dan lingkungan sosial dibandingkan kebutuhan yang sebenarnya. Selain itu, penggunaan e-money dan dompet digital sering membuat remaja tidak menyadari jumlah pengeluaran yang dilakukan. Penelitian Saiman dan Setyaningsih (2025) menjelaskan bahwa transaksi non-tunai dapat meningkatkan perilaku konsumtif apabila tidak diimbangi dengan kontrol diri yang baik.
Kontrol diri merupakan kemampuan seseorang dalam mengendalikan dorongan, emosi, dan perilaku agar tidak bertindak secara impulsif. Menurut Baumeister dan Nadal (2001) kontrol diri membantu individu mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang sebelum mengambil keputusan. Individu dengan kontrol diri yang baik cenderung lebih mampu mengatur pengeluaran dan menghindari perilaku boros.
Penelitian Dina Yustika Lubis (2025) juga menjelaskan bahwa rendahnya kontrol diri dapat meningkatkan perilaku impulsive buying pada remaja. Selain itu, fenomena Fear of Missing Out (FOMO) juga mendorong remaja mengikuti tren dan membeli barang agar tidak merasa tertinggal dari lingkungan sosialnya. Menurut Przybylski dkk. (2013), FOMO merupakan rasa takut tertinggal pengalaman atau tren yang dianggap penting oleh orang lain sehingga mendorong individu untuk terus mengikuti perkembangan sosial di media digital. Oleh karena itu, literasi keuangan dan kontrol diri menjadi faktor penting dalam membentuk perilaku finansial remaja yang sehat. Pemahaman mengenai cara mengelola uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menggunakan teknologi secara bijak dapat membantu remaja menghindari perilaku konsumtif.
Metodologi
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pendekatan ini digunakan untuk memahami fenomena perilaku keuangan remaja di era digital, khususnya terkait kontrol diri dalam mengelola keuangan. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 171 Jakarta pada tanggal 23 April 2026 dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) oleh mahasiswa Universitas Pamulang. Subjek penelitian adalah siswa-siswi yang mengikuti kegiatan tersebut.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, tanya jawab, praktik, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati perilaku dan respons siswa selama kegiatan berlangsung. Tanya jawab dilakukan secara langsung antara pemateri dan siswa untuk mengetahui pemahaman serta kebiasaan mereka dalam mengelola keuangan. Praktik dilakukan dengan cara mebgajarkan siswa mengoperasikan mengoperasikan aplikasi Microsoft Excel dengan tabel sederhana dan rumus dasar seperti penjumlahan dan pengurangan untuk mencatat dan mengelola tabungan secara sederhana. Dokumentasi digunakan sebagai data pendukung berupa foto kegiatan dan materi sosialisasi.
Hasil dan Pembahasan
Perkembangan teknologi digital memberikan pengaruh besar terhadap perilaku keuangan remaja. Kehadiran media sosial, e-commerce, dan dompet digital membuat aktivitas belanja menjadi lebih praktis dan cepat. Banyak remaja melakukan pembelian impulsif karena pengaruh tren, diskon, promosi, dan media sosial. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa rendahnya kontrol diri dapat memicu perilaku konsumtif pada remaja.
Di sisi lain, teknologi juga dapat membantu pengelolaan keuangan apabila digunakan secara bijak, seperti melalui aplikasi pencatatan keuangan dan fitur tabungan digital. Oleh karena itu, kontrol diri dan literasi keuangan menjadi faktor penting agar remaja mampu menggunakan teknologi secara positif dan tidak terjebak dalam kebiasaan boros.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan judul “Teknologi vs Kontrol Diri: Siapa yang Menguasai Keuangan Remaja” dilaksanakan kepada siswa-siswi SMP Negeri 171 Jakarta untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya kontrol diri dan pengelolaan keuangan di era digital. Kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan praktik pengelolaan keuangan menggunakan aplikasi Excel.
Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme yang baik melalui keaktifan dalam berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai penggunaan uang saku serta kebiasaan belanja online. Pada sesi praktik, siswa belajar mencatat pemasukan dan pengeluaran menggunakan aplikasi Excel dengan rumus dasar seperti SUM dan pengurangan. Kegiatan ini membantu siswa memahami cara sederhana mengatur keuangan dan pentingnya menabung sejak dini. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini memberikan dampak positif terhadap pemahaman siswa mengenai pentingnya kontrol diri dalam pengelolaan keuangan serta penggunaan teknologi secara lebih bijak agar tidak terjebak dalam perilaku konsumtif.
Kesimpulan
Perkembangan teknologi digital memberikan kemudahan bagi remaja dalam bertransaksi dan mengakses berbagai layanan keuangan. Namun, kemudahan tersebut juga dapat meningkatkan perilaku konsumtif akibat pengaruh media sosial, promosi, tren, dan fenomena FOMO jika tidak diimbangi dengan kontrol diri yang baik. Oleh karena itu, kontrol diri dan literasi keuangan menjadi faktor penting agar remaja mampu membedakan kebutuhan dan keinginan serta mengelola keuangan secara bijak.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMP Negeri 171 Jakarta menunjukkan bahwa edukasi dan praktik pencatatan keuangan menggunakan Microsoft Excel dapat membantu siswa memahami pentingnya menabung dan mengatur pengeluaran sejak dini. Dengan demikian, teknologi dapat menjadi sarana yang bermanfaat dalam pengelolaan keuangan apabila digunakan secara bijak dan didukung oleh kontrol diri yang baik.
Daftar Pustaka
Lubis, D. Y. (2025). Hubungan Antara Kontrol Diri dengan Impulsive Buying pada Remaja Pengguna Akun TikTok Shop di SMP N 22 Medan. Skripsi. Universitas Medan Area, Medan.
Mudayen, E. D. (2025). Pengaruh Teknologi Finansial, Literasi Finansial, Gaya Hidup, dan Konformitas Teman terhadap Perilaku Konsumtif Remaja Era 5.0. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Akuntansi, 1-12.
Nasution. R. S., S. D. (2023). Perilaku Fear Of Missing Out (FOMO) Dalam Konsumsi Di Kalangan Mahasiswa FEBI UINSU Ditinjau Dalam Prespektif Maslahah. EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Bisnis, 1997-2005.
Saiman, A. D. (2025). Pengaruh Literasi Keuangan, E-Money, dan Kontrol Diri terhadap Perilaku Manajemen Keuangan pada Cashless Society Generasi Z Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Slamet Riyadi Surakarta. PENG: Jurnal Ekonomi dan Manajemen, 1148-1160.