Washington, 17 Juli 2025 — Amerika Serikat dinilai semakin kehilangan pengaruh strategis di panggung global akibat kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump yang bersifat transaksional dan cenderung menarik diri dari komitmen internasional. Kesimpulan ini tertuang dalam laporan resmi yang dirilis oleh Fraksi Demokrat di Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS.
Mengutip laporan dari Reuters, Al Jazeera, dan AP News, para legislator Demokrat memperingatkan bahwa kebijakan “America First” yang dijalankan Presiden Trump sejak masa jabatan pertamanya, dan kini kembali diperkuat setelah pelantikannya pada Januari 2025, telah melemahkan posisi geopolitik Amerika Serikat. Dalam laporan itu disebutkan bahwa pemangkasan besar-besaran anggaran diplomatik dan bantuan luar negeri telah menciptakan kekosongan yang dengan cepat diisi oleh Tiongkok.
“Pendekatan ini telah memberi ruang luas bagi Tiongkok untuk memperluas pengaruh politik dan ekonominya, khususnya di kawasan Global South,” tulis laporan tersebut sebagaimana dikutip oleh Al Jazeera.
Di bawah kebijakan luar negeri Trump, AS diketahui menarik diri dari sejumlah perjanjian multilateral, mengurangi partisipasi di forum global, memangkas dana untuk USAID dan Badan Media Global AS (USAGM), serta memperlambat pengiriman diplomat ke berbagai negara mitra.
Sebaliknya, Tiongkok justru memperkuat inisiatif Belt and Road, memperluas kerja sama ekonomi bilateral, dan menjalin kemitraan strategis di kawasan Asia, Afrika, dan Amerika Latin.
Reuters menambahkan bahwa dalam laporan tersebut, Demokrat menuduh pendekatan Trump terlalu berfokus pada kesepakatan dagang jangka pendek dan kurang memperhatikan stabilitas jangka panjang dan pembangunan kapasitas mitra negara berkembang.
Laporan ini sekaligus menjadi dorongan bagi Kongres dan para pemangku kepentingan kebijakan luar negeri AS untuk mengevaluasi ulang arah diplomasi Washington, di tengah ketegangan yang terus meningkat antara AS dan Tiongkok. (**)
Comments are closed.