Tengku Iwan: Kota Tangerang Jangan Pasrah Menghadapi Banjir

238

Tangerang, satubanten.com.
Hujan deras yang mengguyur Kota Tangerang pada Rabu dini hari (11/05/2022) menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mencatat setidaknya ada 16 titik wilayah terkena banjir dan dua tanggul jebol disebabkan oleh tingginya intensitas hujan disertai angin kencang sejak Selasa malam.

Berdasarkan dari data yang tercatat oleh BPBD Kota Tangerang, berikut 16 titik wilayah yang terdampak banjir:

1. Jl. Bumi Mas Raya, Cikokol, Tangerang

2. Taman Royal 3, Poris Plawad, Cipondoh

3. Mutiara Pluit, Periuk

4. Jl. Sinar Hati, Sukajadi, Karawaci

5. Jl. Cimone Alfa Raya No. 1, RT. 006/07, Cimone, Karawaci.

6. Jembatan Alamanda, Gembor, Periuk

7. Bawah Flyover Taman Cibodas

8. Cluster Permata Permai, Jl. Tongkol, RW. 04&05, Cibodas.

9. Taman Pabuaran, Karawaci.

10. Perum Total Persada, Jl. Cirebon, Gembor, Periuk.

11. Jl. Raya Grand Duta Tangerang, RT.001/08, Gebang Raya, Periuk

12. RT.002/03, Batusari, Batuceper.

13. GOR Dimyati Kota Tangeran.

14. Perumahan Garden City RW.25&22.

15. Perumahan Taman Cibodas.

16. Jl. Supriadi No.71, RT.003/01, Tanah Tinggi, Tangerang.

Kejadian Banjir yang kerap berulang melanda Kota Tangerang pasca di guyur hujan lebat mendapatkan sorotan serius dari DPRD.

Tengku Iwan selaku Wakil Ketua III DPRD mengungkapkan keprihatinan nya untuk masalah ini. Menurut nya kita seakan pasrah menerima keadaan. Dan hal ini menandakan bahwa sistem drainase kita kurang baik.

“Kejadian ini kerap berulang, dan kita terkesan pasrah menerima keadaan. Banjir yang terjadi seperti akibat dari intensitas hujan yang cukup lebat. Padahal seharus nya kita bisa mengantisipasi” ungkap Tengku pada satubanten.com

Tengku meminta Pemkot Tangerang untuk lebih cepat dan fokus menangani banjir. Peningkatan kualitas saluran air serta pengerukan berkala harus dilakukan, jangan nunggu banjir baru keruk, ungkap nya.

“Keruk pakai alat berat jangan manual,  sebab pengerukan masuk ke perawatan bisa cepat dilakukan, sementara menunggu peningkatan saluran butuh waktu pelaksanaan.” ujar Tengku.

Terakhir Tengku meminta agar dinas PU lebih gesit lagi dalam merespon keluhan warga. Dan Ia juga berharap agar Raperda Sistem Drainase yang diusulkan oleh DPRD dapat segera dibahas dan disahkan oleh Pemerintah. Sehingga kita bisa memiliki road map pembangunan saluran drainase yang terintegrasi dan lebih baik.

“Kami berharap ada nya sistem drainase yang terintegrasi. Jadi tidak lagi ada satu pembangunan saluran air terlaksana, tapi hal tersebut menyebabkan banjir ditempat lain nya” Pungkas Tengku. (Ero)

Comments are closed.