Sukseskan Program BIAN, PKM Carenang Door To Door Ke Rumah Warga

70

Serang, Satubanten.com- Demi mensukseskan program pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) tingkat Kabupaten Serang, Petugas BIAN Puskesmas Carenang rela door to door mendatangi sasaran dengan datang ke dapur-dapur warga.

Seperti diketahui bahwa Program BIAN merupakan program serentak secara nasional pemerintah pusat dari kementrian kesehatan untuk seluruh kabupaten/kota se-Indonesia.

Kepala Puskesmas Carenang dr.Ade Rahma Dwiyanti, menerangkan bahwa pelaksanaan Pencanangan BIAN dikecamatan Carenang mengikuti program serentak se-kabupaten Serang, mulai 1 Agustus kemarin hingga 14 September mendatang, dengan jumlah sasaran sesuai mikroplaning se-kecamatan Carenang sebanyak 4310 anak, untuk imunisasi campak rubela 2790, imunisasi kejar vaksin polio oral itu sebanyak 990 anak, imunisasi lainnya 360 anak, dan DPT HT HIB 170 anak.

“Pelaksanan BIAN ini dilakukan di sekitar 34 posyandu di seluruh wilayah kecamatan Carenang yang terbagi dari 8 desa. Untuk mencapai target sasaran kami juga bersinergi dengan lintas sektor baik ditingkat kecamatan maupun tingkat desa”, jelas dr.Ade saat diwawancarai di puskesmas Carenang, Rabu (3/8).

Sementara, bidan koordinator puskesmas Carenang Dewi Sartika menyampaikan bahwa, dalam mensukseskan BIAN, bukan hanya target sasaran yang menjadi tujuan utama, akan tetapi tercapainya penyadaran masyarakat jadi faktor utama pula. “Di BIAN ini berharap masyarakat jadi sadar pentingnya imunisasi bagi kesehatan anak,” ungkap Dewi saat dilokasi BIAN, Rabu (3/8).

“Untuk memaksimalkan capaian BIAN, kami petugas BIAN Puskesmas Carenang mengunjungi kantong-kantong sasaran di pos yang sudah disediakan. selain itu, kita juga mengunjungi kantong sasaran diluar pos-pos yang sudah tersedia dengan door to door hingga ke dapur rumah warga”, kata Dewi”.

Dengan terselenggaranya program BIAN kata Dewi, diharapkan kekebalan masyarakat kecamatan Carenang terbentuk. “sehingga nantinya bisa membantu angka capaian eliminasi Campak-Rubela, mempertahankan status Indonesia Bebas Polio, mempertahankan eliminasi tetanus pada bayi baru lahir serta mengendalikan penyakit difteri dan pertussis.” Tutup Dewi.

Comments are closed.