Serang— Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi mengaku bahwa proses seleksi direksi dan komisaris pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memasuki tahap final. Pihaknya menargetkan pengumuman pejabat terpilih dapat dilaksanakan pada awal September 2026.
Deden Apriandhi, menjelaskan bahwa saat ini proses seleksi memasuki agenda Uji Kelayakan dan Kepatutan (Fit and Proper Test). Rangkaian seleksi akan berlanjut ke tahap pengujian berikutnya dalam waktu dekat.
Ia menyebutkan bahwa agenda lanjutan tersebut diperkirakan berlangsung akhir pekan ini.
“Prosesnya masih berjalan. Kalau tidak salah akhir pekan ini ada tahapan berikutnya. Tahapannya memang cukup panjang,” katanya, Kamis 6 Agustus 2026.
Setelah seluruh rangkaian seleksi rampung, Deden menargetkan penetapan dan pengumuman pejabat pada BUMD Provinsi Banten akan dilaksanakan pada awal September mendatang.
“Mudah-mudahan awal September sudah bisa ditetapkan. Tinggal menyelesaikan tahapan yang masih berjalan,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh proses seleksi dirancang secara mendalam. Hal ini dilakukan untuk menyaring sosok profesional yang benar-benar bisa mendongkrak performa perseroan.
“Pendirian BUMD selaras dengan upaya mendukung berbagai program kerja Pemprov Banten. Oleh sebab itu, penyaringan ini krusial agar jajaran manajemen baru mampu membawa kemajuan signifikan bagi perusahaan,” tegasnya.
Melalui restrukturisasi kepemimpinan ini, Pemprov Banten berharap jajaran direksi dan komisaris teruji dapat memperkuat profitabilitas atau menghasilkan laba yang baik bagi perusahaan, mengoptimalkan kontribusi dividen terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta memaksimalkan kualitas layanan publik di Provinsi Banten.
Ia menjelaskan terdapat tiga BUMD yang akan dilakukan pengisian jabatan, yakni PT Agrobisnis Banten Mandiri (ABM), PT Banten Global Development (BGD), dan PT Jamkrida Banten.
“Jadi ada ABM, terus BGD dan Jamkrida yang kemarin memang direktur utamanya baru saja meninggal dunia. Nah tadi baru rapat awal dengan para panitia seleksi untuk menentukan jadwal dan lain-lain. Nanti kemudian di hari Kamis besok kita akan rapat lanjutan,” jelasnya.
Menurut Deden, panitia seleksi terdiri dari unsur pemerintah daerah, akademisi, dan praktisi. Dari kalangan akademisi ada Profesor Suwaib Amiruddin, sementara dari unsur praktisi terdapat Profesor Nata Irawan.
“Ketuanya dari unsur pemerintah yaitu Sekretaris Daerah, Jadi satu tim itu untuk mengisi tiga direksi itu, untuk efektif dan efisien. Bahkan sekaligus,” ungkapnya.
Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan (Ekbang) Setda Provinsi Banten, Ismail mengatakan, setelah proses seleksi rampung baru akan ada pengisian jabatan di tiga BUMD milik Pemprov Banten.
Ismail menuturkan seluruh proses akan selesai antara bulan Agustus hingga September mendatang. Kendati demikian, linimasa kepastian pengisian jabatan tersebut akan tetap bergantung pada hasil keputusan rapat tim pansel.
“Paling ya kalau kita lihat jadwal mungkin sekitar bulan Agustus, September mungkin. Kan pansel nanti yang menentukan. Pansel yang rapatin,” tambahnya.
Di tengah kekosongan jabatan ini, Pemprov menegaskan bahwa seluruh BUMD tetap berada dalam pengawasan dan proses evaluasi berkala. Sejauh ini, beberapa BUMD seperti Jamkrida dan Bank Banten dinilai menunjukkan progres kinerja yang cukup terlihat, sementara sebagian lainnya masih harus melewati proses penataan manajemen.
“Semua dalam proses evaluasi. Kalau yang saat ini Jamkrida sama Bank Banten yang kinerjanya kelihatan,” jelasnya. (**)