Strategi Komunikasi Bisnis Untuk UMKM

329

 

Oleh : Clarissa Putri Amanda, Dimas Munawar, Elia Kinanti Nurhayati, Fatma Gusti Azzahra/Mahasiswa Universitas Pamulang

Satubanten.com- Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan saat ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif, memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas bagi kehidupan manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini.

Aktifitas bisnis memang tidak terlepas dari sebuah peluang, dimana pelaku bisnis harus pintar dan cerdik dalam melihat hal tersebut. Peluang ini terkadang juga berwujud pada sebuah ancaman atau resiko bisnis. Dewasa ini banyak pelaku bisnis yang telah memanfaatkan peluang tersebut dengan baik dan diwujudkan melalui usaha berskala kecil ataupun menengah dan biasa dikenal dengan istilah Usaha Kecil Menengah (UKM).

Usaha Kecil Menengah (UKM) menurut Kementrian Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) yaitu entitas usaha yang mempunyai dan memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, memiliki penjualan tahunan paling banyak Rp 1. 000.000.000. Biro Pusat Stastik (BPS) menjelaskan mengenai kriteria karyawan dalam usaha menengah berjumlah 20-99 pekerja. Selain itu UU UKM Nomor 20 tahun 2008 menyebutkan bahwa Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau Usaha Besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam UU dengan kriteria memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 500.000.000 hingga Rp 10 Miliyar (Jaka Sriyana-Simposium Nasional 2010).

UKM saat ini membuka peluang yang sangat besar bagi masyarakat di Indonesia khususnya, dimana usaha tersebut tidak hanya membuka peluang bisnis dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat namun juga mampu memberikan sumbangsih pada perkembangan dan peningkatan perekonomian Negara, menekan angka kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ciri khas UMKM yang paling utama yakni modal yang bisa dikatakan kecil, karyawan atau
pekerjanya sedikit, kebanyakan bergerak dalam skala rumah tangga, dan berawal dari gerakan
kewirausahaan para pelakunya. UMKM biasanya berproduksi dalam skala kecil. Seringkali kalangan
UMKM kurang memperhatikan faktor pemasaran dan promosi produknya karena masih berkutat di
seputaran produksi dan penjualan. Padahal, penjualan pasti akan menyesuaikan jika didukung dengan cara promosi yang efektif dan tepat sasaran. Disinilah pentingnya UMKM untuk menyiapkan strategi komunikasi pemasaran yang baik untuk mencapai hasil yang optimal terhadap usahanya.

Terkait dengan kapasitas usaha yang kecil, kendala UMKM dalam menjalankan strategi komunikasi pemasarannya seringkali terletak pada faktor dana. Tidak dapat dipungkiri, biaya promosi dari produk-produk yang sukses di pasaran seringkali melambung tinggi diluar kemampuan para UMKM yang masih tertatih dalam mengejar margin keuntungannya. Padahal seiring semakin berkembangnya teknologi, banyak sekali saluran-saluran komunikasi pemasaran efektif yang dapat dimanfaatkan secara optimal sekaligus tetap menekan biaya.

Salah satu kekuatan ekonomi yang selama ini menjadi penunjang ekonomi negara Indonesia dan kekuatan ekonomi daerah adalah kehadiran pelaku usaha, mikro, kecil dan menengah (UMKM). Pada saat ekonomi dunia dan perekonomian Indonesia mengalami resesi, justru pelaku UMKM tidak sedikitpun tidak terkena dampak negatif resesi ekonomi tersebut, bahkan sebagian besar pelaku UMKM tetap dapat mengembangkan usahanya dalam menunjang perekonomian negara. Pelaku UMKM dapat mempertahankan dan meningkatkan
kontribusi pertumbuhan ekonomi daerah serta peningkatan penerimaan pada sektor pajak negara, selain ditunjang oleh industri skala besar, juga ditunjang secara signifikan oleh kelompok-kelompok industri skala kecil.

Komunikasi pemasaran merupakan proses yang dilakukan oleh perusahaan dalam mengkoordinasikan beberapa elemen promosi dan kegiatan pemasaran lainnya sehingga terjalin komunikasi dengan konsumen perusahaan. Dengan menggunakan marketing communication tools yang tepat, perusahaan selaku komunikator dapat memperkenalkan serta memasarkan barang atau jasanya kepada konsumen selaku komunikan.

Setidaknya, ada 8 elemen penting yang terdapat dalam komunikasi pemasaran, yaitu:

1. Komunikator
Komunikator adalah pembuat pesan yang sekaligus memiliki kepentingan untuk menyampaikan maksud tertentu kepada pihak lain dalam komunikasi. Aspek penting yang harus dimiliki seorang komunikator meliputi konteks, pengalaman, pengetahuan, dan kepentingan. Seluruh aspek ini akan mempengaruhi proses komunikasi yang dilakukan. Dalam komunikasi pemasaran orang yang berperan sebagai komunikator dapat berupa seorang sales, pihak yang melakukan endorsement dan lain-lain.
2. Komunikan
Komunikan merupakan pihak yang menerima pesan atau pihak yang menjadi objek pesan komunikator. Aspek penting yang harus dipertimbangkan oleh seorang komunikator ketika menyampaikan pesan kepada komunikan meliputi umur, jenis kelamin, pengetahuan, kebiasaan, pengalaman, dan lain sebagainya.
3. Pesan
Pesan merupakan informasi yang memuat maksud dan tujuan informasi itu disampaikan kepada komunikator kepada komunikan yang terwujud dalam bentuk simbol-simbol bahasa tertentu, warna, perilaku, lambang-lambang, dan lain sebagainya.

4. Media

Media merupakan sarana yang digunakan untuk menyampaikan dan menyeberluaskan pesan yang dibuat oleh komunikator kepada komunikan. Media dapat berupa media tulis, cetak, gelombang radio, internet, dan sebagainya.
5. Tujuan
Tujuan utama dalam komunikasi pemasaran adalah kesediaan pelanggan untuk membeli produk yang dijual oleh perusahaan. Walaupun bentuk pesannya berbeda, akan tetapi tujuan pokok ini akan senantiasa menjadi goal akhir dari keseluruhan proses komunikasi pemasaran.
6. Hambatan
Hambatan merupakan factor-faktor yang dapat mengurangi laju penerimaan pesan pada komunikan. Hambatan dapat berupa misskomunikasi, keterhambatan media, dan tingkat intelektualitas penerima pesan
7. Feedback
Feedback atau umpan balik adalah respon yang diberikan oleh komunikan sebagai balasan terhadap pesan yang diterima dari komunikator dalam sebuah komunikasi pemasaran.
8. Produk
Produk merupakan unsur yang paling penting dalam komunikasi bisnis. Kita dapat Menyusun langkah-langkah komunikasi dengan memperhatikan produk yang akan kita tawarkan kepada komunikan.

Komunikasi bisnis mempunyai peran penting seperti promosi.

Promosi bisa meningkatkan penjualan yang berisi informasi keunggulan dan kualitas produk yang selalu berinovasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sehingga konsumen percaya dan terus memakai produk UMKM. Komunikasi menyeluruh antar masyarakat bertujuan mempengaruhi atau meyakini untuk membeli produk.

Dengan melakukan komunikasi secara tatap muka, bisa langsung dapat tanggapan dari kedua belah pihak sehingga bisa menjadi umpan balik dari keinginan atau kesukaan konsumen.

Strategi yang bisa dilakukan dengan menargetkan apa kebutuhan konsumen pada saat ini, lalu dengan memberikan promo spesial serta diskon saat konsumen melakukan pembelian produk. (Sbs)

Comments are closed.