Sahabat Relawan Indonesia (SRI) Kembali Bantu warga Baduy Bersalin

38

Lebak, Satubanten – Sahabat Relawan Indonesia (SRI) kembali membawa warga Baduy menjalani persalinan di RSUD Banten karena harus menjalani Oprasi akibat pendarahan.

“Kami menerima laporan rujukan dari Kepala Puskesmas Cisimeut atas nama Misnah (25), warga Landeuh Leuwidamar, Lebak, yang ditujukan ke RSUD Banten untuk mendapatkan pertolongan medis guna menyelamatkan ibu dan bayinya,” kata Koordinator Sahabat Relawan Indonesia (SRI) Muhammad Arif Kirdiat di Serang, Jum’at, (8/12/2023).

Setelah mendapatkan pertolongan medis diketahui bayi dan ibu selamat dan saat ini telah menjalani pemulihan di Kampung Landeh setelah beberapa hari dirawat di RSUD Banten.

Ia mengatakan pihaknya membawa warga Badui ke RSUD Banten setelah menerima Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), sehingga mereka bisa menjalani perawatan gratis.

Arif menjelaskan bahwa saat ini SKTM menjadi salah satu alternatif orang Baduy untuk menjalani pengobatan terutama di RSUD Banten, Hal itu karena banyak warga Baduy yang tidak memiliki BPJS Kesehatan baik bantuan pemerintah maupun mandiri.

Tidak hanya BPJS bahkan masih banyak masyarakat Baduy yang telah memiliki identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik, sehingga pada saat ingin berobat datanya tidak ada dan tidak bisa buat BPJS.

Di Banten hanya ada dua rumah sakit yang sudah bisa menggunakan SKTM sebagai syarat berobat selain menggunakan BPJS yakni RSUD Malimping dan RSUD Banten.

“Semua pasien warga Badui yang dirujuk ke RSUD Banten itu karena tidak memiliki BPJS Kesehatan, sehingga bisa membuat SKTM yang diterbitkan kepala desa setempat,” kata Arif.

Ia mengatakan dalam sepekan terakhir ini merujuk tiga warga Badui yang mengalami persalinan darurat akibat pendarahan hebat. Pasien seperti itu tentu harus cepat mendapatkan pertolongan medis, karena jika terlambat bisa mengakibatkan kematian.

Comments are closed.