PPP dan PSI Gagal ke Senayan, 8 Parpol Berhasil Amankan Kursi

21

Jakarta, SatuBanten – Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya menetapkan hanya 8 partai politik (parpol) yang berhasil mengamankan kursi parlemen di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Dalam Rapat Pleno Terbuka Penetapan Hasil Pemilu 2024 Tingkat Nasional KPU pada Rabu (20/3/2024) sejumlah parpol di antaranya adalah PDIP, Golkar, PKS, Partai Demokrat, Partai Nasdem berhasil lolos.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, parpol yang gagal meraih paling sedikit 4% suara suara sah nasional tidak dapat lolos ke ke parlemen. KPU mencatat, suara sah untuk pemilihan legislatif (pileg) 2024 secara nasional tercatat 151.796.631 suara.

Berikut daftar hasil Pileg 2024 berdasarkan rekapitulasi tingkat nasional KPU pada 38 provinsi dan 128 wilayah luar negeri:

PDIP: 25.387.279 suara (16,72%)

Partai Golkar 23.278.654 suara (15,29%)

Partai Gerindra: 20.071.708 suara (13,22%)

PKB: 16.115.655 suara (10,62%)

Partai Nasdem: 14.660.516 suara (9,66%)

PKS : 12.781.353 suara (8,42%)

Partai Demokrat: 11.283.160 suara (7,43%)

PAN : 10.984.003 suara (7,24%)

PPP : 5.878.777 suara (3,87%)

PSI : 4.260.169 suara (2,81%)

Partai Perindo : 1.955.154 suara (1,29%)

Partai Gelora : 1.281.991 suara (0,84%)

Partai Hanura : 1.094.588 suara (0,72%)

Partai Buruh : 972.910 suara (0,64%)

Partai Ummat : 642.545 suara (0,42%)

PBB : 484.486 suara (0,32%)

Partai Garuda : 406.883 suara (0,27%)

PKN: 326.800 (0,22%)

PSI yang digadang akan duduk di DPR akhirnya gagal merebut kursi DPR RI, di Senayan setelah hanya mampu meraup suara dibawah 4% suara di Pemilu 2024.

Situasi menyedihkan terjadi pada PPP yang harus kehilangan kursi dan tidak bias menempatkan anggotanya di Senayan. Berdasarkan hasil rekapitulasi suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), kedua partai berlogo ka’bah itu hanya mampu memperoleh 5.878.777 dari 84 Dapil yang tersebar di 38 provinsi.

Dari total 151.796.630 suara, jumlah rekapitulasi PPP itu hanya mampu mengantongi 3,86%. Artinya, perolehan tersebut tidak mampu menembus angka ambang batas parlemen.

Seperti diketahui, berdasarkan UU Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum Pasal 414 ayat disebutkan bahwa ambang batas parlemen (parliamentary threshold) paling rendah 4% dari jumlah suara sah secara nasional untuk diikutkan dalam penentuan kursi anggota DPR. (***)

Comments are closed.