Perjalanan Ratu Tisha Kembali ke PSSI

33

Satubanten.com- Ratu Tisha sejatinya nyaris gagal terpilih sebagai Waketum PSSI. Sebelumnya, Yunus Nusi dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali terpilih sebagai Waketum dan mendepak Ratu Tisha, namun pemilihan diulang setelah ditemukan adanya dugaan kecurangan.

Alhasil, Ratu Tisha pun kini terpilih sebagai Waketum PSSI dengan mengantongi 54 suara. Tak sendiri, Ratu Tisha ditemani oleh Menpora Amali yang mengantongi 44 suara, setelah sebelumnya Yunus memutuskan mengundurkan diri.

Sejak duduk di bangku sekolah, Ratu Tisha memang sudah menggeluti hobi sepak bola. Saat menimba ilmu di SMAN 8 Jakarta, Ratu Tisha sudah menjadi manajer tim sepak bola. Ratu Tisha mendapat beasiswa program FIFA Masters, yang setara S-2 di tiga universitas prestisius di Eropa. Tiga kampus bergengsi itu adalah SDA Bocconi, Milan, Universite De Neuchatel, Neuchatel, Swiss dan De Montfort University, Leicester, Inggris.

Kembali ke Indonesia, Ratu Tisha kemudian menjabat sebagai Direktur Kompetisi Indonesia Soccer Championship 2016. Setahun setelahnya, Ratu Tisha menjabat sebagai Direktur Kompetisi Liga 1 dan Liga 2. Bisa dibilang, Ratu Tisha merupakan salah satu aktor utama dimulainya era Liga 1.

Ratu Tisha kemudian terpilih sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI dalam kurun waktu tahun 2017 hingga 2020. Saat itu pula, Ratu Tisha menanggalkan jabatannya sebagai direktur kompetisi. Pada tahun 2019, Ratu Tisha menjabat sebagai Wakil Presiden AFF. Di saat yang hampir bersamaan, Ratu Tisha terlibat peran sentral dalam membujuk Shin Tae-yong untuk menjadi pelatih Timnas Indonesia.

Hasilnya bisa dilihat, Shin Tae-yong membuahkan berbagai prestasi di berbagai kelompok umur Timnas Indonesia. Dari mulai mendongkrak peringkat FIFA Timnas senior sebanyak 13 anak tangga, hingga membawa Timnas Indonesia U-20 dan senior lolos ke Piala Asia 2023.

Kini, Ratu Tisha siap comeback ke kepengurusan PSSI. (**)

Comments are closed.