Pelajar di China Alami Kerusakan Ginjal Usai Dihukum Squat 200 Kali

30

Beijing, SatuBanten – Nasib malang dialami Liu (14), remaja laki-laki ini mengalami kerusakan ginjal setelah dipaksa melakukan squat 200 kali dan berlari keliling lapangan di Sekolah Menengah Quantang Kabupaten Changsha di Kota Jingzhou, Ningxiang, Provinsi Hunan., Tiongkok.

Dilansir dari The Star, Liu dihukum oleh gurunya, Tuan Tao, karena mengobrol di kelas saat pelajaran berlangsung. Menurut sang paman, Liu merasakan nyeri pada ototnya dan kesulitan berjalan setelah melakukan 200 squat. Selain itu, setiap buang air kecil, urinenya berwarna seperti teh. Kondisi Liu masih belum pulih hingga dua hari setelah melakukan squat.

Meski sudah meminta cuti untuk pelajaran olahraga, Liu dipaksa oleh gurunya, untuk melakukan latihan lari. Remaja laki-laki itu pun pingsan setelah menyelesaikan enam putaran di sekitar taman bermain sekolah. Pihak sekolah langsung menghubungi ibunda Liu untuk menjemputnya pulang.

Ibunda Liu membawa putranya ke Rumah Sakit Rakyat Ningxiang karaena mengeluarkan darah di urine. Hasil pemeriksaan medis pemberitahuan kondisi kritis, Liu segera dirawat di unit perawatan intensif (ICU) dengan peringatan bahwa penundaan satu jam saja dapat menyebabkan gagal ginjal.

Setelah diperiksa, Liu didiagnosis menderita rhabdomyolysis, yaitu cedera otot. Menurut dokter, Liu bisa saja kehilangan nyawa karena gagal ginjal jika terlambat dibawa ke rumah sakit. Liu kemudian dirawat di unit perawatan intensif selama satu minggu.

Menurut informasi, Biro Pendidikan Kota Ningxiang telah mengeluarkan permintaan maaf kepada keluarga Liu, dan telah memecat guru tersebut serta berjanji akan menanggung semua biaya pengobatan Liu.

Sementara itu, kepala sekolah dan guru lain yang terlibat dalam insiden tersebut telah di skors, dan otoritas terkait telah memulai penyelidikan atas masalah tersebut.

Sebelumnya, seorang pelajar putri di China cacat permanen setelah dipaksa melakukan squat jump 150 kali oleh gurunya pada Oktober 2021. Gadis tersebut merupakan murid di SMA Vokasi Xianshi di Provinsi Sichuan.

Ia dituduh telah memasukkan makanan kecil ke dalam ruangan asramanya. Tetapi murid itu membantah makanan kecil tersebut miliknya dan berusaha menjelaskan kepada anggota staf sekolah bahwa ia tak bisa melakukan squat jump karena cedera kaki sejak 2020, namun sang guru tetap menghukum squat. (MAK)

Comments are closed.