PB Mathla’ul Anwar Gelar Panen Raya Padi Dengan Menggunakan Pupuk Organik Berbahan Dasar Limbah PLTU 2 Labuan

22

Satubanten.com- Panen raya yang dilakukan oleh Pengurus Besar Mathla’ul Anwar adalah suatu terobosan yang baru di bidang pertanian, salah satunya telah mengembangkan pupuk organik berbahan dasar Fay Ash Bottom Ash (FABA) yang diambil dari limbah PLTU 2 Labuan.

Gelar panen raya di lahan seluas 2 hektar, dilakukan di kampung Gajahmada, Desa Palanyar, kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang, Kamis, (5/10/2023).

FABA merupakan limbah PLTU 2 Labuan yang selama ini dianggap sebagai masalah lingkungan, ternyata bagi pihak Mathla’ul Anwar menjadi sesuatu yang positif.

Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan hasil panen 15 hingga 16 persen dari hasil biasanya.

“Hari ini saya bahagia luar biasa, ternyata cahaya pertanian betul-betul lahir dari Mathla’ul Anwar, sesuai dengan nama Mathla’ul Anwar sebagai tempat lahirnya cahaya, karena hari ini ada pembuktian bahwa limbah jadi berkah,” ujar Kadis Pertanian Provinsi Banten.

“Apa yang dihasilkan Mathla’ul Anwar ini sangat luar biasa,  di kondisi kekeringan karena Elnino, Mathla’ul Anwar malah panen raya padi,” tambah Kadis.

Keluarbiasaan tersebut bertambah lagi, karena padi tersebut tumbuh dengan baik karena menggunakan pupuk organik berbahan dasar limbah FABA PLTU 2 Labuan.

“ Dan ini jadi kado luar biasa buat Provinsi Banten, karena bertepatan dengan ulang tahun provinsi Banten ke 23, sungguh hadiah luar biasa bagi Banten,” ungkap Kadis.

Menurut, General manager PLTU 2 Labuan, Wisnu Kurniawan, mengapresiasi aplikasi dari penelitian ini. Dia juga memuji temuan tersebut sebagai inovasi luar biasa baik dari sektor penanganan limbah dan pengembangan sektor pertanian ke depan.

“Ini penemuan luar biasa, kami sangat terbantukan dengan adanya pupuk organik berbahan dasar limbah FABA ini, kami siap men-support“, kata Wisnu.

Sementara, Sekjen Pengurus Besar Mathla’ul Anwar, Jihaduddin merasa yakin dengan panen raya padinya tersebut.

“Ini hadiah ulang tahun untuk Banten, limbah yang selama ini menumpuk dan menjadi masalah bagi lingkungan, kami ubah menjadi pupuk organik dan menjadi berkah,” tutupnya. (**)

 

 

 

Comments are closed.