Kebakaran Kapal Ferry di Selat Sunda Diduga Akibat Paket di Mobil Ekspedisi

18

Merak, SatuBanten – Kebakaran Ferry penumpang Tranship 1 yang terjadi di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Jumat (20/10) sore sekira pukul 16.00 WIB diduga berasal dari sebuah kendaraan truk Cargo pengangkut barang paket kiriman.

Kepala KSKP Bakauheni, AKP Ridho Rafika ketika dikonfirmasi mengatakan, sebuah kapal Ferry KMP Tranship 1 yang berlayar dari Pelabuhan Merak, Banten itu mengalami kebakaran ketika hendak bersandar di Dermaga 6 Pelabuhan Bakauheni.

“Kurang lebih sekitar 3 mil laut dari Dermaga 6, dek kapal KMP Tranship 1 itu tiba-tiba muncul kepulan asap hitam tebal,” kata Ridho, Jumat (20/10) malam.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun kepolisian, kata Ridho, kebakaran yang terjadi di KMP Tranship 1 itu, berasal dari sebuah kendaraan truk pengangkut paket (ekspedisi) yang berada di dalam kapal tersebut.

“Masih dalam penyelidikan penyebab truk pengangkut paket itu terbakar termasuk muatan yang dibawa,” ujarnya.

Sementara itu, Polda Lampung merespons melakukan evakuasi dermaga IV Pelabuhan Bakauheni saat peristiwa itu terjadi. Kabid Humas Kombes Pol Umi Fadilah Astutik, menyatakan petugas Polda Lampung langsung terjun ke TKP dan melakukan penyelidikan yang dipimpin Karoops Kombes Pol Ramtaat, Dir Itelkam Kombes Pol Nowo dan Dirkrimum Kombes Pol Reynold.

Dari hasil TKP dan Penyelidikan diduga terjadi Kebakaran Kapal yang disebabkan dari Mobil yang membawa Barang Berupa Sepeda Motor Listrik, Barang Busa Kasur & Bahan Makanan lainnya.

Kombes Pol Umi Fadillah Astutik mengatakan, proses evakuasi dilakukan secara cepat untuk menyelamatkan para penumpang kapal tersebut. Dikatakannya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran itu. Sekitar 200-an penumpang kapal, berhasil divekuasi.

“Pertama yang harus segera dilakukan, yakni evakuasi terhadap penumpang kapal,” kata Umi.

Kapten kapal yang mendapat laporan terjadinya kebakaran itu, saat itu juga langsung berkoordinasi dengan ASDP dan pihak ASDP mengarahkan kapal KMP Tranship 1 tersebut menuju ke Dermaga 4 Pelabuhan Bakauheni.

Pihaknya yang juga mendapat informasi adanya kejadian tersebut, langsung mendatangi lokasi untuk membantu proses evakuasi para penumpang serta pemadaman.

“Seharusnya KMP Tranship 1 memang sandar di Dermaga 6, karena untuk percepatan evakuasi penumpang maka diarahkan ke Dermaga 4,” ungkapnya. (***)

Comments are closed.