Jazuli Juwaini : 4 Pilar Kebangsaan Dorong Terwujudnya Solidaritas Sosial Nasional

12

Serang, SatuBanten – Anggota MPR RI Jazuli Juwaini melaksanakan agenda Sosialisasi 4 Pilar MPR di Serang, 16 April 2022. Pada kegiatan sosialisasi 4 pilar di bulan ramadhan ini Jazuli menekankan pentingnya solidaritas sosial nasional.

“Kita masih dalam suasana pandemi meski kita bersyukur tren kasusnya semakin menurun. Semoga tahun ini covid 19 tidak lagi menjadi pandemi tapi menjadi endemi dan tidak muncul lagi varian baru,” ungkap Jazuli.

Dalam kondisi seperti saat ini, apalagi kita umat Islam sedang melaksanakan puasa ramadhan, salah satu semangat yang harus kita tumbuhkan adalah semangat solidaritas sosial nasional.

“Para pejuang republik dan peletak dasar bernegara tidak akan sampai pada rumusan-rumusan 4 pilar kebangsaan kecuali tertanam kuat dalam diri mereka semangat kebersamaan dan solidaritas sosial nasional,” terang Jazuli.

Solidaritas sosial nasional dimaksud adalah keinginan kolektif untuk mewujudkan negara Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Tanpa keinginan tersebut, bangsa Indonesia masih tercerai berai dan tidak mungkin merdeka.

Dalam konteks saat ini, solidaritas sosial nasional muncul dalam bentuk ikhtiar untuk hadir menyelesaikan masalah rakyat. Ormas mengadvokasi kepentingan rakyat. Partai politik menghadirkan program yang pro rakyat. Ambil contoh yang dilakukan PKS, imbuh Jazuli, dengan program siaga membantu korban bencana, menginisiasi program 1 juta paket qurban, gerakan nasional 2 juta paket Ramadhan, memotong gaji anggota dewan di saat musibah datang, hingga aktif melakukan silaturahim kebangsaan kepada para tokoh bangsa, ormas, termasuk partai politik.

“Ini ikhtiar dan kesungguhan PKS untuk menjadi faktor penting dari keindonesiaan yang siap menjaga Pancasila, UUD 1945, kebhinnekaan, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai bersama,” Anggota DPR Dapil Banten ini.

Dalam aspek kepemimpinan Jazuli menekankan pentingnya kearifan dan kebijaksanaan pemimpin dan para pejabat publik Indonesia untuk benar-benar memikirkan kesejahteraan rakyat. “Para pemimpin dan pejabat pemerintahan harus arif dan bijaksana dalam mengeluarkan kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujarnya.

Menurut Jazuli, pemimpin dan pemerintahan harus hadir menyelesaikan masalah, peduli, dan memiliki empati yang mampu membangun kebersamaan, harmoni, dan solidaritas sosial di tengah-tengah masyarakat. ” Riilnya, di tengah kondisi ekonomi yang sulit akibat covid, PKS ingin pemerintah tidak menaikkan harga-harga kebutuhan pokok seperti sembako, minyak goreng, tarif dasar listrik, bahan bakar minyak, dan beragam tarif yang akan semakin membebani rakyat,” pungkas Jazuli. (***)

Comments are closed.