Fenomena Etika Profesi Akuntan (Standar Professional Bagi Akuntan Publik)

289

Tahukah kalian, apa penyebab berkembangnya profesi akuntan publik di mata masyarakat ?

Timbulnya profesi akuntan publik di masyarakat akibat adanya jasa audit yang menyediakan informasi keuangan bagi pemakainya. Sesuai dengan kemajuan organisasi dan berbagai jenis badan hukum perusahaan di negara tersebut membuat profesi akuntan semakin berkembang. Dalam perkembangan usahanya, baik perusahaan perorangan maupun badan hukum pada dasarnya mengambil keputusan menggunakan informasi yang disajikan oleh manajemen dalam laporan keuangan perusahaan. Oleh karena itu, manajemen perusahaan memerlukan jasa untuk mempertanggungjawabkan keuangan yang disajikan kepada pihak luar dapat dipercaya.

Oh iya, menurut kalian sepenting apa sih kepercayaan masyarakat terhadap setiap profesi di Indonesia ?

Setiap jasa yang disediakan kepada masyarakat memerlukan kepercayaan dari masyarakat yang dilayaninya. Kepercayaan publik terhadap kualitas review akan lebih tinggi jika profesi akuntan publik menerapkan standar mutu yang tinggi untuk pekerjaan yang dilakukannya. Badan penyusun standar (standar setting body) yang bertanggungjawab untuk menyusun standar penyediaan berbagai jasa akuntan publik ialah Dewan Standar Profesional Akuntan Publik.

Berdasarkan sudut pandang profesi Akuntan Publik, Auditing adalah pemeriksaan (examination) secara objektif atas laporan keuangan suatu perusahaan atau organisasi lain dengan tujuan untuk menentukan apakah laporan keuangan tersebut menyajikan dengan sungguh-sungguh, dalam setiap hal yang material, posisi moneter dan hasil usaha organisasi atau asosiasi tersebut. Auditor Independen adalah akuntan publik yang melaksanakan penugasan audit atas laporan keuangan historis, yang menyediakan jasa audit atas dasar standar auditing yang tercantum dalam Standar Profesional Akuntan Publik.

Sesuai dengan Pernyataan Standar Auditing No. 01 (SA Seksi 1502) yang telah ditetapkan dan disahkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia yang berlaku, terdiri dari sepuluh standar yang dibagi tiga kelompok : (1) Standar umum, (2) Standar pekerjaan lapangan, dan (3) Standar pelaporan.

  1. Standar Umum
  2. Review harus diselesaikan oleh setidaknya satu orang yang memiliki keahlian khusus yang memadai dan mempersiapkan diri sebagai auditor.
  3. Dalam segala hal yang berhubungan dengan perikatan, independen sikap mental harus dijaga oleh auditor.
  4. Dalam melakukan review dan penyusunan laporan, auditor diharapkan menggunakan kemampuan ahlinya secara hati-hati dan lengkap.
  5. Standar Pekerjaan Lapangan
  6. Pekerjaan harus diatur secara menyeluruh dan jika menggunakan asisten harus diarahkan dengan benar.
  7. Pemahaman yang memadai tentang pengendalian intern harus diperoleh untuk merancang tinjauan dan memutuskan sifat, waktu, dan tingkat pengujian yang akan dilakukan.
  8. Bukti audit yang memadai harus diperoleh melalui pemeriksaan, persepsi, permintaan, dan penegasan sebagai alasan yang logis untuk menawarkan pandangan atas laporan anggaran yang di evaluasi.
  9. Standar Pelaporan
  10. Laporan pemeriksa harus menyatakan apakah ringkasan anggaran telah disusun sesuai dengan prinsip akuntan yang berlaku umum di Indonesia.
  11. Laporan auditor harus menunjukkan atau menyatakan, dengan asumsi bahwa ada penyimpangan dalam prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan fiskal periode berjalan dibandingkan dengan penggunaan standar pembukuan tersebut pada periode yang lalu.
  12. Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang cukup, kecuali jika dinyatakan lain dalam laporan pemeriksa.
  13. Laporan auditor harus berisi penilaian tentang laporan keuangan yang diambil secara umum atau pernyataan bahwa pernyataan seperti itu tidak dapat diberikan. Dalam hal penilaian tidak dapat diberikan secara lengkap, maka harus diungkapkan alasannya. Jika nama pemeriksa dikaitkan dengan laporan keuangan, maka laporan auditor harus memuat petunjuk yang jelas tentang gagasan pekerjaan peninjauan yang dilakukan, jika ada, dan tingkat kewajiban yang diterima oleh pemeriksa (auditor).

Mari kita bahas lebih dalam mengenai Standar Umum yang kedua dalam Pernyataan Standar Auditing No. 01 (SA Seksi 1502). Standar umum yang kedua yaitu mengatur sikap mental independen auditor dalam menjalankan kewajibannya. Independen memiliki arti sikap mental yang bebas dari pengaruh, tidak dikendalikan oleh pihak lain, dan tidak tergantung pada orang lain. Independen juga berati adanya kejujuran dalam diri auditor dalam mempertimbangkan fakta dan adanya pertimbangan yang objektif tidak memihak dalam diri auditor saat merumuskan dan menyatakan pendapatnya.

Sikap independen harus dimiliki oleh setiap auditor. Auditor harus independen dari setiap kewajiban dalam perusahaan yang di auditnya. Di samping itu, auditor harus pula menghindari keadaan – keadaan yang dapat mengakibatkan masyarakat meragukan independennya. Sikap independen inilah yang tidak mudah diperoleh oleh auditor.

Auditor seringkali menemukan kesulitan dalam mempertahankan sikap independennya, seperti :

  1. Sebagai seorang yang melaksanakan audit secara independen, auditor dibayar oleh kliennya atas jasanya tersebut.
  2. Sebagai penjual jasa seringkali auditor mempunyai kecenderungan untuk memuaskan kliennya.
  3. Mempertahankan sikap independen seringkali dapat menyebabkan lepasnya klien.

Kasus KAP Purwanto, Sungkoro, dan Surja, dan PT Hanson Internasional

Karena dinilai tak teliti dalam menyajikan laporan keuangan PT Hanson International Tbk, Kantor Akuntan Publik partner dari Ernst and Young (EY) dikenakan sanksi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan terbuktinya melanggar undang-undang pasar modal dan kode etik profesi akuntan publik, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memutuskan untuk mengenakan sanksi kepada Sherly Jakom dari KAP Purwanto, Sungkoro dan Surja. Sejalan dengan hal tersebut, Surat Tanda Terdaftar (STTD) Sherly dibekukan selama satu tahun.

Untuk beban wewenang yang berhubungan dengan kelebihan pembayaran sebesar Rp. 613 miliar untuk Laporan Keuangan Tahunan periode 2016 diPT Hanson Global Tbk.

Terkait dengan pendapatan ialah penjualan Kaveling Siap Bangun yang diakui dengan metode accrual penuh, meskipun dalam Laporan Keuangan Tahunan yang dimaksud tidak diungkapkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli.

Atas kesalahannya, OJK juga memberikan sanksi kepada Direktur Utama Hanson International Benny Tjokrosaputro alias Bentjok sebesar Rp 5 miliar karena bertanggungjawab atas laporan keuangan tersebut. Selain itu, perusahaan juga diminta untuk melakukan penyajian kembali atas Laporan Keuangan Tahunan periode 2016 dengan merevisi perolehan pendapatan.

(sumber:https://www.cnbcindonesia.com/market/20190809100011-17-90855/lagi-lagi-kap-kena-sanksi-ojk-kali-ini-partner-ey)

Terkait kasus diatas dapat kita simpulkan bahwa adanya pengaruh kepentingan individu manajemen dalam menyajikan informasi hasil usaha dan posisi keuangan yang menguntungkan bagi mereka dan keteledoran serta ketidakjujuran yang dilakukan manajemen dalam menyusun laporan keuangan tersebut. Oleh karena itu setiap profesi akuntan publik sangat diwajibkan menerapkan prinsip dasar maupun kode etik yang berlaku dalam profesinya. Agar pelanggaran dalam kode etik dapat diredakan.

Kesimpulan

Kualitas audit akan lebih tinggi jika profesi Akuntan Publik menerapkan standar kualitas yang tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan profesi tersebut. Oleh sebab itu, kualitas jasa yang dihasilkan oleh profesi akuntan publik diatur dan dikendalikan melalui berbagai standar yang diterbitkan oleh organisasi profesi tersebut. Meskipun, standar maupun kode etik profesi telah ditetapkan, pelanggaran terhadap laporan keuangan masih sering terjadi.

Dapat kita lihat pada kasus KAP Purwanto, Sungkoro, dan Surja. Untuk memberikan efek jera kepada KAP dan Akuntan Publik agar tidak melakukan kesalahan yang sama kedepannya, OJK memberikan sanksi administratif berupa pembekuan Surat Tanda Terdaftar (STTD) selama satu tahun kepada Sherly Jakom dari KAP Purwanto, Sungkoro dan Surja selaku Akuntan Publik yang mengaudit LKT PT Hanson Internasional.

Penulis:

Selvia Yeni Safitri (191011201448)

Siska Marliana Nur Helfiani (191011201587)

Dosen Pengampu:

Meta Nursita S.Ak., M.Ak

Comments are closed.