Cegah Gizi Buruk Balita Dengan Pengenalan Makanan dan Minuman Sehat, Farmasi UI Beri Bantuan Ke Warga Baduy

13

Kanekes, – Wilayah Desa Kanekes yang didiami oleh Suku Baduy merupakan sebuah wilayah yang mempesona dengan kekayaan budaya dan tradisi yang khas. Terletak di dekat ibu kota negara, daerah ini seharusnya dapat menikmati manfaat perkembangan dan kemajuan yang ada. Namun nyatanya, kondisi kesehatan di wilayah ini menunjukkan realitas yang berbeda. Gizi buruk menjadi ancaman nyata yang menghantui kesejahteraan penduduk Baduy, terutama anak-anak dan balita.

Gizi buruk adalah suatu kondisi kesehatan yang muncul akibat kurangnya asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Dalam kondisi ini, tubuh tidak mendapatkan cukup energi, protein, vitamin, dan mineral yang diperlukan untuk menjalankan fungsi-fungsi pentingnya. Dampaknya sangat merugikan, terutama pada pertumbuhan dan perkembangan anak-anak yang membutuhkan nutrisi yang cukup untuk mengoptimalkan potensi tumbuh kembang mereka.

Menurut World Health Organization (WHO), beberapa faktor bisa menjadi pemicu gizi buruk, termasuk konsumsi makanan yang tidak mencukupi kadar energi dan protein, serta adanya gangguan kesehatan yang menghalangi penyerapan dan pemanfaatan nutrisi dalam tubuh. Makanan dan minuman sehat menjadi pilar utama dalam menjaga kesehatan dan mendukung aktivitas harian, terutama bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Itulah sebabnya, tim pengabdian masyarakat dari Fakultas Farmasi Universitas Indonesia merasa perlu turun tangan dan melihat langsung kondisi gizi buruk di Baduy bekerjasama dengan Sahabat Relawan Indonesia (SRI).

Setelah turun ke Baduy pada tahap awal tanggal 22 Juli 2023, Tim Pengmas Fakultas Farmasi UI yang dipimpin oleh Apt. Tri Wahyuni, M. Biomed, PhD, bersama dengan dosen dan staf tenaga kependidikan, serta mahasiswa Farmasi UI, melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat (Pengmas) ke Kampung Batu Beulah yang berada di wilayah perbatasan antara Baduy Luar dan Baduy Dalam.

“Jarak yang cukup jauh serta medan yang sulit tidak mengurungkan niat kami untuk turun lapangan memberikan bantuan kepada para anak-anak dan balita di sini. Setelah kami tinjau, anak-anak dan balita di sini perlu perhatian khusus terkait kandungan gizi dari makanan dan minuman yang mereka konsumsi”, ujar apt. Uni, yang merupakan panggilan akrabnya.

Kegiatan yang dipilih berfokus pada pengenalan makanan dan minuman sehat, termasuk pemeriksaan kesehatan anak-anak dan balita, serta pengukuran tinggi dan berat badan. Tidak hanya itu, tim juga memberikan penyuluhan, sosialisasi, dan edukasi tentang pentingnya konsumsi susu yang padat kalori dan kaya akan protein berkualitas serta vitamin untuk mendukung pertumbuhan optimal anak-anak.

“Tim kami berterima kasih sekali kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Yayasan Spirit Membangun Ukhuwah Islamiyah (YASMUI), Sahabat Relawan Indonesia (SRI) dan Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Banten yang turut membantu kegiatan Pengmas di Badui ini. Kami juga berterima kasih atas dukungan berupa produk bantuan vitamin dari PT Novell Indonesia, serta bantuan dari Bidan Ira yang telah menjadi penjembatan bahasa dan membantu pemahaman masyarakat Badui terkait makanan dan minuman sehat,” ujar apt. Uni.

Setelah dilakukan pengecekan kesehatan, ditemukan adanya bayi berusia 7 bulan yang sedang menderita herpes. Namun pengobatan yang diberikan hanya dengan pemberian ekstrak herbal daun petai pada luka secara langsung oleh tenaga kesehatan. Tim Pengmas juga menemukan adanya pasien anak yang terdiagnosis Tuberkulosis ekstra paru, yaitu Tuberkulosis Tulang. Pasien anak ini sudah ditemukan dalam kondisi tidak bisa berjalan dan mengalami kekakuan tulang. Kondisi-konsisi kesehatan seperti ini perlu penanganan khusus secara medis. Tim Pengmas berharap kedepannya akan lebih banyaknya relawan tenaga kesehatan yang ingin membantu melakukan pengecekan kesehatan secara berkala kepada anak-anak dan balita di sini. Kami juga berharap masyarakat dapat lebih peduli kesehatan dan lebih berinisiatif untuk melakukan pengobatan dengan level yang sesuai penyakit yang sedang diderita.

Melalui kegiatan ini, diharapkan memberikan informasi dan pengetahuan tentang makanan bergizi, sumber nutrisi, dan manfaatnya bagi tubuh sehingga meningkatkan kesadaran masyarakat dan kualitas hidup di daerah ini dapat terwujud. (***)

Comments are closed.