BPS Rilis Inflasi Banten Saat Nataru

14

Serang, Satubaten – Inflansi menjelang hari besar keagamaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) telah dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dimana pada tahun 2023 ada inflansi sebesar 3,03 persen.

Dari data yang di rilis oleh BPS kebutuhan pokok masih menjadi penyumbang terbesar inflasi di Banten, dimana pada komoditi pangan beras mengalami inflansi sebesar 0,48 persen, dan cabai merah 0,31 persen.

“Kita sedang menindaklanjuti tentunya sesuai dengan arahan Kemendagri,” kata Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Al Muktabar.

Ia juga menjelaskan saat ini Pemerintah Provinsi Banten sedang melakukan pengawasan alur distribusi dan stabilisasi pasokan.

“Kita lakukan bersama-sama agar antar daerah memiliki ketahanan pangan yang baik dalam menyambut Nataru itu,” ungkapnya.

Langkah lain dalam menstabilkan harga pihak pemerintah bekerja sama dengan badan usaha, mengefektifkan komponen zakat, operasi pasar murah secara terus menerus, sidak ke pasar secara intens, akses ke distributor bersama TNI/Polri dan Kejati, kerja sama antar daerah dengan mendorong BUMD, gerakan menanam serta mengoptimalkan TP PKK, penggunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dan Dana Insentif Daerah (DID), hingga program-program spesifik yang dilakukan Forkopimda Provinsi Banten.

Langkah pengendalian inflasi tentunya memerlukan kolaborasi dan kerja sama dari berbagai pihak, baik lingkup bupati, wali kota, forkopimda, hingga DPRD agar situasi dan kondisi tetap stabil

Dia pun mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik apalagi sampai melakukan panic buyin. Sebab, Al Muktabar menyatakan pihak pemerintah tengah melakukan pemetaan masalah guna melakukan langkah tepat penyelesaian.

Comments are closed.