Satu berita mengulas segalanya

BMB Kota Serang Gelar Refresh Day Part 3, Ajak Pelajar Kenali Bahaya Simbol dan Pahami Dunia Lain

Satubanten.com- Puluhan pelajar SMP dan SMA/MA dari berbagai sekolah di Kota Serang memadati Masjid Tholabul Ilmi SMP IT Widya Cendekia pada Sabtu, 20 September 2025. Kehadiran mereka dalam acara Refresh Day Part 3 yang diselenggarakan oleh Bina Muda Berkarakter (BMB) Kota Serang bertujuan untuk mengikuti diskusi edukatif bertema “Menyibak Tabir Dunia Lain”.

Acara yang dipandu oleh Mutia Atikah dari SMA Negeri 6 Kota Serang ini disponsori oleh Gemuji, Trend Inspirasi, dan Inisiatif Zakat Indonesia. Sebagai pembicara utama, hadir Sonny Rohimat, seorang tokoh pendidikan yang saat ini menjabat sebagai Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Serang.

Makna ‘Dunia Lain’ dalam Perspektif Islam

Sesi materi dimulai dengan mengajak peserta mengidentifikasi makna dari “dunia lain”. Setelah sebagian besar peserta mengartikannya sebagai alam gaib, Sonny Rohimat memperkaya pemahaman tersebut dengan mengutip ayat-ayat Al-Qur’an, khususnya dari Surat Al-Jinn.

Ia menegaskan bahwa keberadaan makhluk gaib adalah nyata dan wajib diimani, tetapi bukan untuk ditakuti. Menurutnya, jin juga merupakan makhluk Allah yang memiliki kewajiban beribadah. Sonny juga memperingatkan agar tidak mencari perlindungan atau bekerja sama dengan mereka.

“Kalau manusia minta tolong kepada jin, maka itu hanya akan menambah kesesatan doang,” ucap Sonny yang juga merupakan Pengawas Perkumpulan Jejak Langkah Pendidikan Indonesia (Jalanin) Kota Serang.

Hati-hati dengan Simbol-Simbol Terlarang

Pada sesi kedua, Sonny membuka wawasan peserta tentang bahaya tersembunyi di balik simbol-simbol yang tersebar di masyarakat. Dengan membagikan lembaran berisi gambar seperti palu arit, swastika, dan Star David, ia menjelaskan bahwa simbol-simbol tersebut adalah alat propaganda untuk menormalisasi ajaran atau ideologi yang bertentangan dengan ajaran Islam, seperti komunisme, Zionisme, dan Freemasonry.

Simbol-simbol itu merupakan media kampanye, untuk mempopulerkan dan menormalisasi ajaran yang mereka usung, sedikit demi sedikit,” jelasnya, mengingatkan peserta untuk berhati-hati dalam menggunakan simbol saat mendesain logo komunitas atau seragam.

Acara ditutup dengan ajakan dari Nidi Sarmidzi, pendiri BMB, agar para pelajar terus bergabung dalam kegiatan Refresh Day yang diadakan setiap bulan. Ia berharap lebih banyak lagi anak muda yang dapat mengambil manfaat dari acara ini.(Sbs)