Jakarta, – BAPETEN mengikuti Latihan Penanggulangan Kedaruratan Nuklir yang diadakan oleh IAEA berupa Convention Exercise (ConvEx)-3 pada 24 dan 25 Juni 2025.
ConvEx-3 adalah latihan skala besar yang dirancang untuk mengevaluasi perencanaan dan kemampuan tanggap darurat internasional dalam menghadapi keadaan darurat nuklir atau radiologi yang parah, dan berlangsung selama 36 (tiga puluh enam) jam.
Dalam sambutan pembukaannya, Direktur DKKN Yudi Pramono mengatakan pentingnya kegiatan ini untuk menilai kesiapan tim STD BAPETEN dalam menghadapi situasi kedaruratan nuklir. “Walaupun ini Latihan, saya harap kita melakukan ini dengan serius agar bisa menemukan kekurangan dan hal apa saja yang bisa kita tingkatkan kedepannya untuk menghadapi situasi kedaruratan,” katanya.
Skenario pada ConvEx-3 ini adalah adanya gempa bumi di Rumania yang menyebabkan Reaktor PLTN Cernavodă kehilangan air pendingin.
BAPETEN sebagai badan pengawas tenaga nuklir di Indonesia melakukan pemantauan ketat terhadap potensi pelepasan zat radioaktif ke lingkungan, dan memantau kondisi radiasi melalui sistem detektor lingkungan (I-RDMS) yang terpasang di sepanjang wilayah perbatasan Republik Indonesia.
Di samping BAPETEN, keterlibatan Indonesia dalam kegiatan ConvEx-3 ini juga diwakili oleh Pusat Riset Teknologi Keselamatan Metrologi dan Mutu Nuklir (PRTKMMN) dan Laboratorium DPL – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang terafiliasi dengan jaringan Analytical Laboratories for the Measurement of Environmental Radioactivity (ALMERA) IAEA.
Keterlibatan BRIN dalam latihan ConvEx-3 ini dimaksudkan untuk menguji kemampuan dalam melakukan analisis spektrum gamma dari sampel lingkungan (sampel filter aerosol) dan pengukuran laboratorium terhadap sampel lingkungan, dan mengkomunikasikan hasil pengukuran dan analisis tersebut ke tingkat nasional.
Tujuan utama dari ConvEx-3 kali ini adalah menguji efektivitas komunikasi kedaruratan, melatih personel tim STD dalam menggunakan platform USIE IAEA, dan menguji pemberian saran/rekomendasi bagi warga negara dan bisnis yang berpotensi terkena dampak kecelakaan nuklir.
Hasil evaluasi pelaksanaan ConvEx-3 akan bermanfaat dalam mengembangkan infrastruktur kesiapsiagaan nuklir nasional. (**)
Comments are closed.