Antrean Kendaraan di Pelebuhan Merak Masih Panjang

45

Merak, Satubanten.com -Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, kemacetan kendaraan menuju kawasan Pelabuhan Merak, Banten, sempat mencapai 6 kilometer.

“Dari pemantauan sampai siang tadi memang khususnya di wilayah Merak di pagi hari tadi sempat terjadi kemacetan kurang lebih 6 kilometer di jalan tol yang akan masuk ke wilayah Merak,” kata Sigit kepada wartawan, Jumat (29/4/2022).

Mantan Kapolda Banten ini mengatakan, sejumlah upaya telah dilakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan. Salah satunya adalah dengan menggeser angkutan logistik ke pelabuhan lain.

Terlihat pada CCTV Gerbang tol Cilegon barat dilansir dari Twitter @NTMCLantasPolri hingga pukul 19.32 kendaraan masih terpantau padat.

Kementerian Perhubungan menjelaskan karena banyak orang yang belum mengetahui transaksi terbaru di pelabuhan.

Sebagai informasi, pembelian tiket dilakukan secara online dengan aplikasi Ferizy. Sementara banyak masyarakat yang mengira bisa membeli langsung di pelabuhan Merak.

“(Banyak) masyarakat kita yang belum tahu. Nah ini akan berdampak pada pada masalah antrean begitu masuk ke dermaga. Itu dikiranya tinggal beli di sana (on the spot) seperti tahun-tahun sebelumnya, padahal sekarang tidak ada lagi. Namun di sekitar depan dermaga ada beberapa agen yang akan membantu masyarakat yang belum menggunakan aplikasi Ferizy,” jelas Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi, dikutip dari detik.com, Kamis (28/4/2022).

Karena hal tersebut, membuat banyak kendaraan yang diparkir di depan dermaga. Pada akhirnya membuat penumpukan pun terjadi di sana.

Selain itu ada banyak calon penumpang yang telah datang jauh sebelum jam keberangkatan. Dengan begitu penumpukan terjadi di Pelabuhan Merah bagian dalam dan luar.

“Jadi katakanlah jam 9 malam berangkat tapi sudah ada di dermaga 2 siang, artinya kendaraan-kendaraan itu akan memenuhi beberapa buffer zone tempat tempat parkir di masing-masing dermaga atau di depan dermaga,” tegasnya.

“Ini yang kadang dimaknai masyarakat, ‘Kok saya sudah datang (pagi/siang hari) tapi tidak diangkut angkut?’ Padahal jadwalnya (keberangkatan) jam 10 malam”. Tandasnya (SBS/028)

Comments are closed.