Satubanten.com- Tradisi budaya khas Kabupaten Pandeglang kembali menggema melalui kegiatan Gebrag Ngadu Bedug 2026 yang diselenggarakan di Alun-Alun Pandeglang.
Acara yang berlangsung mulai 29 hingga 31 Mei 2026 ini menjadi salah satu upaya pelestarian warisan budaya daerah sekaligus ajang mempererat kebersamaan masyarakat.
Sebanyak 20 Kampung Bedug ambil bagian dalam ajang tahunan yang mengusung tema “Tang Ting Tung Dong, Warna Bunyi dalam Jerami”. Selain menampilkan pertunjukan seni tradisional, kegiatan ini juga melibatkan pelaku ekonomi kreatif, UMKM, komunitas budaya, hingga komposer dari berbagai daerah.
Di sisi lain, peserta dari Kampung Cikole Kabayan mengaku telah mempersiapkan diri selama berbulan-bulan untuk mengikuti ajang tersebut. Ketua kelompok, Rafi, mengatakan latihan rutin yang biasanya dilakukan setiap pekan diperpadat menjelang pelaksanaan lomba.
Kelompok bedug Kampung Cikole Kabayan saat ini diperkuat sekitar 25 personel yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dari berbagai kelompok usia. Regenerasi terus dilakukan agar tradisi yang sebelumnya identik dengan kegiatan keagamaan di masjid dapat terus berkembang sebagai kesenian masyarakat.

Selain pertunjukan adu bedug yang menjadi daya tarik utama, acara juga dimeriahkan dengan beragam kesenian tradisional dan tarian daerah yang menghibur ribuan pengunjung.
Secara filosofis, bedug memiliki makna yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Banten, khususnya di kawasan Pandeglang dan Gunung Karang. Bedug sejak dahulu menjadi sarana komunikasi yang digunakan dalam berbagai kegiatan adat, sosial, maupun keagamaan.
Kemeriahan Gebrag Ngadu Bedug 2026 tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga.
Kehadiran ribuan pengunjung membawa berkah bagi para pedagang yang berjualan di sekitar lokasi acara. Peningkatan jumlah pembeli turut membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pelaku usaha kecil dan menengah.
Selama tiga hari pelaksanaan, berbagai penampilan kelompok bedug dari sejumlah kampung di Pandeglang dijadwalkan tampil untuk memperebutkan prestasi sekaligus menampilkan kekayaan tradisi yang masih bertahan di tengah perkembangan budaya modern.(Sbs)