Satubanten.com- Kiper PSG, Gianluigi Donnarumma, diberitakan telah dicoret pelatih Luis Enrique untuk skuad Piala Super Eropa 2025.
Paris Saint-Germain bersiap menghadapi Tottenham Hotspur pada laga Piala Super Eropa 2025.
Bentrokan antara juara bertahan Liga Champions dengan Liga Europa itu akan digelar di Stadion Friuli, Udine, Rabu (13/8/2025) waktu setempat.
Kedatangan Lucas Chevalier dari Lille merupakan sinyal bahwa jasa kiper utama timnas Italia tak dibutuhkan lagi oleh Luis Enrique.
Pakar transfer Fabrizio Romano mengaitkan pencoretan ini dengan keengganan Donnarumma meneken kontrak baru di Paris.
Ikatan lamanya di klub raksasa Prancis tinggal berlaku setahun lagi.
“Tidak ada kesepakatan, dan dia akan seratus persen meninggalkan klub, baik musim panas ini maupun pada 2026 sebagai pemain bebas transfer,” lanjutnya.
Situasinya mirip-mirip Kylian Mbappe yang menolak untuk menambah masa kerjanya sebelum pindah ke Real Madrid.
Donnarumma disebut enggan meneken kontrak baru di Paris karena menuntut peningkatan gaji.
Di sisi lain, PSG dilaporkan enggan memenuhi tuntutan tersebut.
Klub mengusulkan kontrak baru yang mencakup gaji dasar lebih rendah tapi dengan bonus kinerja yang lebih tinggi.
Adapun dari alasan teknis, Enrique memandang Donnarumma kurang cocok dengan preferensi gaya bermain timnya.
Si bos menginginkan sosok kiper dengan kemampuan kontrol bola dan operan yang baik sebagai sumber distribusi dari belakang.
Atribut itu dirasa kurang dimiliki pria 26 tahun tersebut, sehingga Chevalier dipandang sebagai opsi yang lebih pas di mata pelatih.
Situasi ketidakpastian Donnarumma bikin rumor kepindahannya semakin panas, terutama dengan Man United sebagai salah satu peminat.
Setan Merah mencuat sebagai kandidat lantaran kebutuhan mereka akan seorang kiper mumpuni buat menggantikan Andre Onana.
Di atas kertas, Donnarumma punya segalanya. Usia masih relatif muda buat ukuran kiper, sarat prestasi, kaya jam terbang, calon peraih gelar Kiper Terbaik Dunia pula.
Kiprahnya istimewa mengantar PSG meraih kuadrupel musim 2024-2025 dengan trofi Liga Champions sebagai titel paripurna.
Dikutip BolaSport.com dari ESPN, Paris mungkin bersedia melepasnya jika menerima tawaran 26 juta pounds saja.
Angka setara 569 miliar rupiah terbilang ekonomis buat penjaga gawang sekaliber dirinya.
Lantas, apa lagi yang ditunggu Manchester United mumpung belum mepet tenggat bursa?
“United masih harus memutuskan apakah mereka ingin mencoba mencari kiper yang berpotensi untuk masa depan atau mengeluarkan biaya besar buat kiper mahal,” kata Romano dalam kanal Youtube-nya.
“Dalam hal itu, Donnarumma dan (Emi) Martínez, nama-nama seperti itu, jelas jauh lebih mahal dalam hal gaji, jadi United perlu memutuskan apa yang ingin mereka lakukan,” tambahnya.
Meskipun harganya kompetitif, beban gaji Donnarumma memang bisa jadi kendala, bahkan untuk klub sebesar Man United.
Dengan taksiran upah 300 ribu paun per pekan, Setan Merah bakal memasuki tahap negosiasi yang rumit.
Pasalnya, kubu Sir Jim Ratcliffe sedang mengontrol ketat pembiayaan di sektor gaji pemain.
The Red Devils dikabarkan hanya akan memberikan upah setinggi itu untuk dua pemain di skuadnya saat ini, yakni Bruno Fernandes dan Casemiro.(**)
Comments are closed.