Satu berita mengulas segalanya

Relawan Ungkap Lima Anak Warga Baduy Dalam Sangat Membutuhkan Obat TBC

Rangkasbitung Satubanten.com- Lima anak  warga Baduy dalam di Lebak, Banten, diduga mengidap penyakit tuberkulosis (TBC)

Menurut Koordinator Sahabat Relawan Indonesia (SRI) Muhammad Arif  Kirdiat  mengatakan ada lima sampel darah yang diperiksa. dan semuanya menunjukkan positif TBC.

Kelima anak tersebut merupakan warga Baduy Dalam tepatnya di Kampung Cibeo, Desa Kanekes yang saat ini sangat membutuhkan obat tuberkulosis atau TBC untuk penyembuhan penyakit mereka.

“Kelima anak Baduy Dalam itu diketahui positif TBC setelah dilakukan pemeriksaan yang melibatkan lima dokter dari IDI Serang serta 21 mahasiswa koas dari Fakultas Kedokteran Unjani Bandung,” ujarnya saat dihubungi di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu.(11/09/24).

Selain pengambilan sampel darah, Arif bersama kelompoknya juga memeriksa warga yang mengalami sakit. Hasil pemeriksaan, ada 15-25 orang dalam satu kampung yang mengalami gejala demam.

Kata Arif, jumlah ini masih bisa bertambah mengingat banyaknya kampung yang ada di Baduy. Diketahui ada tiga kampung di Baduy dalam dan 65 kampung di Baduy luar.

“Banyak sekali, satu kampung bisa 15-25 orang demam. Bisa Sampai ratusan kalau di-screening lebih luas, bakal kewalahan sebenarnya,” tambahnya.

Ia menyebut penanganan kelima anak Baduy Dalam yang tertular bakteri Mycobacterium tuberculosis (TBC) itu membutuhkan pengobatan selama 6-9 bulan dengan minum obat tanpa terputus.

Menurut dia, hingga saat ini kelima anak Baduy Dalam tersebut belum mendapatkan obat TBC yang dibutuhkan.

Karena itu, pihaknya berkoordinasi dengan Puskesmas Cisimeut sebagai wilayah tugas di kawasan masyarakat Badui agar berupaya agar cepat mendapatkan obat untuk mereka.

“Sebab, jika tidak mendapatkan pengobatan dipastikan kondisinya semakin terpuruk dan bisa menimbulkan kematian. Kami berharap kelima anak Badui Dalam itu segera mendapatkan pengobatan TBC dengan minum obat selama 6-9 bulan tanpa terputus agar jiwa mereka terselamatkan,” ungkap Arif.

Kepala Pelaksana Harian Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, dr Budi Mulyanto, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan kepada petugas Puskesmas Cisimeut agar segera mengambil obat ke Dinkes di Rangkasbitung untuk pengobatan kelima anak Badui Dalam yang positif teridentifikasi TBC tersebut.

“Kami berharap keluarga dapat mengawasi mereka saat meminum obat agar tidak terputus minimal selama enam bulan,” kata dr Budi. (**)