Solusi Penanganan Sampah Teluk Terus Digulirkan Dari Jangka Pendek-Jangka Panjang

77

Pandeglang – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup se Dunia Pemkab Pandeglang bersinergi dengan Provinsi Banten dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan kegiatan aksi bersih pantai serta bekerjasama dengan PT. Pertamina Gas Negara (PGN) Di Pantai Teluk, Kec. Labuan, Jum’at (7/6/24).

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan kegiatan bersih – besih di Desa Teluk dalam rangka hari lingkungan hidup sedunia ini dapat mengangkut sampah ratusan ton sehingga sampah di Teluk Labuan terus berkurang.

“Alhamdulillah sampah yang menumpuk terus berkurang, ini merupakan penanganan sampah jangka pendek yang dilakukan oleh seluruh elemen baik dari jajaran Kabupaten, Provinsi, Kementerian maupun masyarakat,” ungkap Bupati.

Lebih lanjut Bupati Irna Narulita mengatakan, dengan hadirnya semua jajaran di Teluk baik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan maupun Provinsi Banten bisa menjadi sebuah semangat baru agar teluk terbebas dari sampah yang sudah menumpuk puluhan tahun.

“Melalui hari ini sampah adalah tanggung jawab kita bersama, ini kolaborasi penta helix bagaimana Pandeglang ini jadi pariwisata nasional. Sampah menjadi dilema besar, kita hadir disini untuk menangani sampah,” lanjutnya.

Menurut Bupati Irna, pihaknya terus sejauh ini terus berupaya untuk menyelesaikan masalah sampah Teluk sekaligus mengedukasi warga agar tidak membuang sampah sembarangan baik ke laut maupun ke sungai.

“Sampah disini kurang lebih belasan ton setiap hari, kita baru dapat mengangkut sampah selama 3 bulan ini diangka 256 ton,” ungkapnya.

Bupati Irna berharap penanganan sampah kedepan bisa mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Banten dan pusat untuk jangka panjang, karena apabila tidak segera diselesaikan sampah dari laut tidak lama akan menumpuk kembali.

“Jangka pendek terus kita lakukan, tapi diangkut saja tidak cukup harus ada langkah jangka panjang agar sampah itu tidak kembali menggunung,” imbuhnya.

Penjabat Gubernur Banten (Pj Gubernur) Banten Al Muktabar menyampaikan, solusi sementara yang dilakukan adalah rekmalasmi sampah untuk pemanfaat ruang yang dapat dimanfaatkan oleh masayarakat sehingga memiliki nilai ekonomis.

“Sampah yang ada akan di mix dengan pasir maka dia akan menjadi kawasan baru menjadi tanah tumbuh, jadi kewenangan pemerintah, pemanfaatan nya tadi kita lihat ada duk kapal ada kuliner, kita kembangkan berikutnya jadi kawasan wisata,” ungkapnya.

Pj Gubernur menjelaskan, langkah yang dapat diambil yaitu dengan cara dukungan dana Corporate Social Responsbility (CSR) dari penyelenggara pembangunan di Provinsi banten.

“Seperti pembatas tol nanti kita gunakan tanggul penahan akan kita ajukan. Bertahap semua ikut andil karena masalah sampah tanggung jawab bersama, kita lihat urgenitasnya sehingga harus segera ditangani,” pungkasnya.

Direktur Pengendalian Pencemaran Air Tukus Laksono mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan ini selain dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia juga mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan ke laut dan sungai.

“Hari rabu kemarin sampah yang kami angkut mencapai 74 ton, hari kamis 78 ton, dan hari ini sedang ditimbang jumlahnya belum bisa tetlihat,” ujarnya.

Untuk jangka panjang Dikatakan Tulus Pihak Provinsi Banten sudah mendapat izin dari pihak Kementerian untuk membuat pengelolaan sampah regional yang mengakomodir 8 Kabupaten dan Kota di Banten.

“Ibu Menteri sudah memberikan izin membuat tempat pemanfatan TPA Regional yang melayani 8 Kabupaten Kota di Banten,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Direktur Pengendalia Pencemaran Udara Luckmi Purwandari, Direktur Pengendalian Kerusakan Lahan Edy Nugroho, Ketua Darmawanita Ditjen PPKL Heni Agustina. Sedangkan Pejabat utama PGN yg hadir yakni Durektur SDM Penunjang Bisnis PT.PGN Tbk Rahmat Hutama, Grup Head Hisse PT.PGN.Tbk Weni Ipmawan, dan Forkopimda Pandeglang. (**)

Comments are closed.