SMSI Kutuk Kekejaman Israel Tewaskan Jurnalis Aljazeera di Palestina

73

Palestina, SatuBanten – Jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Akleh (51) tewas ditembak oleh tentara Israel saat meliput serangan militer Israel di sebuah kamp Palestina di Tepi Barat.

Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Firdaus mengatakan, peristiwa tersebut telah menodai kemerdekaan pers sedunia yang baru saja dirayakan pada awal bulan Mei lalu, dan tewasnya Shireen Abu Akleh akibat konflik Israel dan Palestina semakin menambah daftar jurnalis yang dibunuh di dunia.

“Dalam kurun waktu 10 tahun setidaknya ada 562 jurnalis di dunia yang dibunuh. Sementara pada tahun 2021 ada sebanyak 45 jurnalis yang tewas di bunuh di seluruh dunia,” kata Firdaus dalam keterangannya, Kamis (12/5/2022).

Menurutnya, tewasnya Shireen Abu Akleh serta jurnalis lainnya di berbagai belahan dunia saat menjalankan tugas mulianya, menjadi bukti betapa masih rentannya keselamatan bagi para jurnalis, dan dunia telah bersepakat bahwa profesi jurnalis adalah profesi yang harus dilindungi dan terbebas dari segala intervensi.

“Kekerasan yang menimpa para jurnalis saat menjalankan tugasnya harus menjadi perhatian seluruh dunia. Karena situasi ini menjadi ancaman serius bagi kemerdekaan pers,” ujarnya.

Lebih lanjut Firdaus menambahkan, SMSI menaruh perhatian serius terhadap kasus kekerasan yang menimpa para jurnalis tidak hanya di dalam negeri, namun juga di berbagai belahan dunia termasuk tewasnya Shireen Abu. (**)

Comments are closed.