Shin Tae-Yong Masih Belum Bisa Penuhi Target PSSI, Haruskah Arsitek Dari Korsel Dipertahankan?

182

Satubanten.com- Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong masih gagal memenuhi target yang dibebankan PSSI. Haruskah arsitek asal Korea Selatan itu dipertahankan?

Shin Tae-yong diperkenalkan PSSI pada 28 Desember 2019. Dia dikontrak empat tahun hingga 31 Desember 2023 untuk menjadi Manajer Pelatih Timnas Indonesia senior, U-23, hingga U-19.

Sebenarnya, sebelum menunjuknya, PSSI punya satu kandidat lain, yakni Luis Milla. Saat itu, Tim Garuda memang membutuhkan sosok pelatih kelas dunia untuk mendongkrak prestasi tim yang babak belur usai kalah di lima laga awal Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Namun, PSSI akhirnya menunjuk pelatih berusia 51 tahun itu. Pengalamannya yang mentereng menjadi salah satu pijakan federasi memilihnya.

Selain membawa Timnas Korea Selatan mengalahkan Jerman di fase grup Piala Dunia 2018, dia juga pernah mengantar Seongnam Ilhwa Chunma juara Liga Champions Asia 2010. Pesona sang arsitek diharapkan bisa tertular ke Timnas Indonesia.

Selain pengalaman, kabarnya Shin Tae-yong dipilih karena dia berani menerima target berat yang dibebankan kepadanya. Di antaranya adalah memenangkan tiga laga sisa Kualifikasi Piala Dunia 2022, mendongkrak ranking, juara Piala AFF 2020, dan meraih medali emas SEA Games 2021.

Sementara Luis Milla kala itu tak bisa menjamin dirinya bisa memenuhi target yang begitu muluk tersebut dalam waktu dekat.

Pada kenyataannya, sebagian besar target tersebut meleset. Pada tiga sisa laga kualifikasi Piala Dunia 2022, setelah memukau saat mengimbangi Thailand 2-2, Indonesia justru dibantai Vietnam 0-4, dan Uni Emirat Arab 0-5. (**)

Comments are closed.