Satu berita mengulas segalanya

Ratusan Warga Pandeglang Belanja Sembako Murah di Baznas Pandeglang

PANDEGLANG – Ratusan warga Kabupaten Pandeglang antusias memanfaatkan program bazar sembako murah yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pandeglang bersama Baznas Provinsi Banten dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Banten.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Baznas Kabupaten Pandeglang, Jalan Kesehatan, Kamis (27/8/2026).

Dalam bazar tersebut, masyarakat hanya perlu membayar Rp30 ribu untuk mendapatkan satu paket sembako yang terdiri dari beras 1 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kilogram, serta tiga bungkus mi instan.

Padahal, jika dibeli dengan harga normal, paket sembako tersebut diperkirakan mencapai Rp65 ribu. Dengan demikian, masyarakat mendapatkan selisih harga yang cukup besar melalui program sembako murah tersebut.

Wakil Ketua II Baznas Provinsi Banten Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Fery Hasanudin, mengatakan kegiatan bazar sembako murah tersebut merupakan kegiatan yang keempat kalinya dilaksanakan.

Sebelumnya, program serupa telah digelar di Kecamatan Carita dengan menyediakan 1.000 paket sembako murah, kemudian di Rumah Sakit Mata Saruni sebanyak 417 paket, serta di Babunajah sebanyak 213 paket.

“Awalnya hanya sisa 93, berkat instruksi Bupati Pandeglang akhirnya kami tambah menjadi 500 sembako murah,” ungkap Fery.

Menurutnya, penambahan kuota tersebut menunjukkan tingginya kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Fery menegaskan, Baznas Provinsi Banten berkomitmen agar dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kami atas nama Baznas Provinsi Banten punya komitmen bagaimana ZIS ini berkontribusi dalam menyukseskan program pembangunan, dan pendistribusian ZIS ini tepat sasaran, tepat guna, tepat waktu, dan berkelanjutan,” katanya.

Selain mendapatkan sembako dengan harga murah, masyarakat yang hadir juga memperoleh kesempatan untuk mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis melalui Rumah Sehat Baznas Banten.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Banten, Adi Dharma, mengatakan kegiatan seperti ini diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Pandeglang.

“Dengan sembako murah ini akan lebih ekonomis, karena masyarakat mendapatkan sembako murah. Kita juga akan mengajak lembaga keuangan di Banten untuk berpartisipasi dalam acara ini,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menyampaikan apresiasinya kepada Baznas dan OJK yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.

Menurutnya, program sembako murah sangat membantu masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok di tengah berbagai kebutuhan ekonomi keluarga.

“Kami mengapresiasi Baznas dan OJK yang sudah menginisiasi kegiatan ini. Semoga ke depan kuotanya bisa lebih banyak lagi,” kata Dewi.

Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat yang mendapatkan paket sembako murah patut bersyukur karena program tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kolaborasi berbagai pihak.

“Ibu-ibu yang hadir di sini bersyukur bisa mendapatkan sembako murah. Ini merupakan bentuk kasih sayang dari semua stakeholder, di antaranya Baznas, Pemerintah Provinsi Banten, dan OJK,” ujarnya.

Bupati Dewi juga mengimbau masyarakat agar tetap tertib selama proses pembelian dan pembagian paket sembako sehingga kegiatan dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Lebih lanjut, Bupati Dewi mengingatkan masyarakat bahwa program-program sosial yang dilaksanakan Baznas tidak terlepas dari kontribusi para muzaki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas.

“Ini semua tidak lepas dari kontribusi muzaki yang sudah menitipkan ZIS-nya melalui Baznas. Mari salurkan ZIS kita melalui Baznas,” pungkasnya.

Ia berharap program bazar sembako murah tersebut diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat, sehingga manfaat ZIS dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. (**)