Pulihkan Habitat Badak Jawa, Wisata Ujung Kulon Ditutup Sebagian

113

Pandeglang, SatuBanten – Pengelola Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) saat ini melakukan penutupan sejumlah jalur treking di kawasan wisata yang terletak di ujung barat Pulau Jawa, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Upaya penutupan yang dilakukan Balai TNUK akan dilakukan mulai 1 November 2023 mendatang itu, untuk mengurangi aktivitas wisatawan di Ujung Kulon demi memulihkan Kawasan tersebut kecuali untuk aktivitas penelitian.

Jalur treking yang ditutup di antaranya, seluruh wilayah semenanjung Ujung Kulon dan jalur treking Cilintang, Karang Ranjang, Kalejetan, dan Legon Pakis.

Kepala Balai TNUK Kabupaten Pandeglang, Ardi Andono menjelaskan, habitat Badak Jawa merasa terganggu dengan adanya aktivitas wisatawan yang berlebihan.

“Berdasarkan data yang kami miliki, aktivitas hewan dan tumbuhan terganggu” kata Ardi, Sabtu (21/10/2023).

Ardi menjelaskan, satwa dilindungi tersebut merasa terganggu oleh aktivitas wisatawan, karena wilayah Semenanjung merupakan jalur jelajah Badak Jawa untuk memenuhi kebutuhan makan dan lainnya.

Akan tetapi lanjut Ardi, Badak Jawa cenderung menghindar jalur-jalur yang berpotensi sering dilewati untuk beraktifitas, seperti wilayah Semenanjung.

“Indra penciuman dan pendengaran Badak Jawa sangat kuat. Ketika ada manusia ia akan bereaksi untuk menghindar,” katanya.

Ardi mengungkapkan, sejak tahun 2022 aktivitas Badak Jawa tida terlihat melewati jalur di Semenanjung Ujung Kulon.

Padahal, sebelumnya habitat ini sering terpantau kamera trap melintas di jalur tersebut.

“Saat ini tanda-tanda badak jawa jarang ditemukan di jalur tersebut, sehingga kami tutup sampai waktu yang tidak bisa ditentukan,” ujarnya.

Meski demikian, dilanjutkan Ardi, Balai TNUK tetap membuka aktivitas wisata di sejumlah pulau yang berada disekitar Semenanjung dan wilayah perbukitan Gunung Honje dan sekitarnya.

“Upaya pembatasan kunjungan ini untuk pemulihan ekosistem dan mewujudkan keseimbangan alam dan mengembalikan ke habitat asli,” ujarnya.

Sementara itu, Irom selaku pengelola Homestay Sunda Jaya di Desa Taman Jaya selaku salah satu pintu gerbang di TNUK menjelaskan bahwa dirinya tentu menerima keputusan tersebut.

“Kami selaku salah satu operator wisatawan dan pengelola homestay tentu menerima keputusan TNUK selama untuk kebaikan Bersama,” ujarnya.

Homestay Sunda Jaya merupakan salah satu titik destinasi transit sebelum melakukan trekking ke Ujung Kulon.

Adapun aktivitas wisata yang masih bisa dikunjungi di Ujung Kulon, yakni, kunjungan ziarah ke Sanghyang Sirah, melalui jalur Bidur. Sedangkan treking dan wisata alam terbatas yang masih bisa diakses di wilayah TNUK adalah sebagai berikut:

– Pulau Panaitan

– Pulau Peucang

– Pulau Handeleum

– Treking Jalur Legon Butun

– Legon Bajo

– Ciharashas.

– Treking Jalur Legon Butun

– Karang Masjid

– Karang Jajar

– Legon Bajo

– Legon Butun.

-Treking Jalur Pendakikan Citambuyung

– Gunung Raksa.

Kemudian untuk Treking Gunung Honje, antara lain :

– Jalur Goa Ciguha

– Jalur Sungai Cicegog

– Jalur Curug Cikawung

– Jalur Curug Dengdeng

– Jalur Curug Batususuan

– Jalur Curug Cihangasa

– Jalur Mata Air Panas Cibiuk

– Jalur Mata Air Panas Cisaat

– Jalur Curug Ciburuluk.

– Jalur Pendakikan Puncak Gunung Honje

– Penziarahan Gunung Tilu

– Penziarahan Paniisan

(***)

Comments are closed.