Opini – Masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang mampu menggunakan lebih dari satu bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Di lingkungan lokal, mereka cenderung memakai bahasa daerah, sedangkan dalam situasi yang lebih luas, bahasa Indonesia digunakan sebagai alat komunikasi nasional, dan bahasa Inggris dipilih untuk komunikasi internasional. Ketiga bahasa ini kerap digunakan secara bersamaan dalam aktivitas harian. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya kebanggaan terhadap bahasa Indonesia, sehingga bahasa Inggris sering dianggap lebih modern, terutama di kalangan anak muda. Pergantian penggunaan bahasa oleh satu individu dapat menyebabkan terjadinya interferensi bahasa.
Fenomena penggunaan bahasa Inggris di media sosial, khususnya di kalangan remaja pengguna aktif platform seperti Twitter, Instagram, dan TikTok, menjadi isu yang menarik untuk dibahas. Penggunaan campuran bahasa ini memiliki dampak positif maupun negatif terhadap kemampuan berbahasa Indonesia dan penguasaan bahasa Inggris.
Dalam artikel ini, akan dibahas bagaimana bahasa Inggris memengaruhi komunikasi remaja di media sosial, dengan tujuan mengidentifikasi bentuk dan penyebab interferensi yang terjadi. Remaja sering kali mencampurkan kata atau frasa bahasa Inggris dalam komunikasi mereka, jenis interferensi yang ditemukan antara lain nomina (kata benda), pronomina (kata ganti), verb (kata kerja), adjektiv (kata sifat), partikel, dan preposisi. Di masa globalisasi dan perkembangan teknologi saat ini, media sosial memudahkan komunikasi lintas negara, sehingga remaja semakin terbiasa menggunakan bahasa Inggris sejak dini, yang akhirnya memperbesar peluang terjadinya interferensi ke dalam bahasa Indonesia.
Apa Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Bahasa Inggris di Media Sosial?
Salah satu alasan utama remaja menggunakan bahasa Inggris di media sosial adalah karena mereka menganggap platform seperti Instagram sebagai ruang interaksi global, di mana mereka bisa berkomunikasi dengan orang dari berbagai negara. Bahasa Inggris dipilih agar komunikasi berjalan lebih lancar di lingkungan internasional. Selain itu, banyak remaja yang memanfaatkan media sosial untuk melatih kemampuan bahasa Inggris mereka. Walaupun terkadang merasa khawatir melakukan kesalahan, pengalaman positif saat menggunakan bahasa Inggris membuat mereka semakin percaya diri untuk terus memakainya.
Pengetahuan yang sudah dimiliki serta tren penggunaan bahasa Inggris dalam caption dan komentar semakin memperkuat kebiasaan ini. Faktor-faktor tersebut tidak terlepas dari kondisi kedwibahasaan yang dialami remaja, di mana mereka sudah terbiasa menggunakan dua bahasa atau lebih dalam kegiatan sehari-hari dan juga mendorong mereka untuk lebih sering menggunakan bahasa Inggris. Faktor sosial dan pencitraan diri turut memengaruhi, sebab bahasa Inggris dianggap lebih bergengsi dan memberikan status tertentu di kalangan anak muda. Oleh karena itu, penggunaan bahasa Inggris di media sosial tidak hanya didorong oleh kebutuhan komunikasi, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor sosial budaya yang melekat dengan kehidupannya.
Solusi untuk Remaja dalam Menggunakan Bahasa Inggris di Media Sosial
Agar penggunaan bahasa Inggris di media sosial membawa manfaat, penting bagi remaja untuk menggunakannya secara tepat. Instagram, yang dikenal sebagai platform visual yang populer, memberikan kesempatan bagi penggunanya untuk mengenal berbagai budaya dan informasi dari seluruh dunia. Remaja yang ingin mengikuti tren internasional atau bergaul dengan teman dari luar negeri merasa perlu menguasai bahasa Inggris di media sosial.
Salah satu cara mudah ialah memanfaatkan fitur terjemahan di Instagram, meski hasilnya belum sempurna, fitur ini dapat membantu memahami caption dan komentar berbahasa Inggris. Dengan rutin menggunakan fitur tersebut, remaja dapat memperkaya kosakata dan mempelajari struktur kalimat bahasa Inggris secara perlahan. Selain itu, mengikuti akun-akun yang menggunakan bahasa Inggris sesuai minat, seperti akun berita internasional, selebritas luar negeri, komunitas hobi, atau akun edukasi bahasa, juga dapat menjadi sarana belajar.
Membaca caption, menonton story, dan memahami komentar dalam bahasa Inggris akan melatih kemampuan berbahasa mereka. Remaja sebaiknya tidak ragu untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan tidak takut salah, karena kesalahan adalah bagian dari belajar. Berpartisipasi dalam diskusi online juga sangat membantu, dan yang paling penting adalah menjaga konsistensi dalam menggunakan bahasa Inggris setiap hari.
Menurut saya, penggunaan bahasa Inggris di media sosial memiliki dua dampak. Di satu sisi, bahasa Inggris memberikan kesempatan untuk memperluas relasi, memperoleh informasi dari seluruh dunia, dan meningkatkan kemampuan bahasa asing secara langsung. Namun, jika digunakan secara berlebihan tanpa memperhatikan aturan bahasa Indonesia, hal ini bisa menyebabkan menurunnya kemampuan berbahasa Indonesia yang baik, terutama di kalangan anak muda.
Oleh sebab itu, penggunaan bahasa Inggris di media sosial sebaiknya dilakukan secara seimbang, dengan tetap menjaga dan menghargai bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa. Media sosial memang dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar bahasa asing yang efektif, asalkan kita tetap menanamkan rasa bangga dan terus melestarikan penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. (***)
*) Penulis :
Mahasiswa Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang
- AIRIN DWI INDRIANSYAH
- IKMAL JAYA
- RARA ADINDA NAYL
- SAYI NURHASANAH
Comments are closed.