Operator Kompetisi Super League 2025-2026 Belum Bisa Menentukan Nasib Larangan Suporter Untuk Tandang
Satubanten.com- I.League selaku operator kompetisi Super League 2025-2026 masih belum bisa bicara banyak soal nasib larangan suporter tandang.
Sejak Liga 1 musim 2023-2024, PSSI masih mempertahankan kebijakan larangan suporter tim tandang hadir ke stadion.
Kebijakan ini diambil agar Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 tidak terulang.
Peraturan tersebut mulai berjalan selama dua musim dan belum ada tanda-tanda bakal dicabut.
Namun, I.League sudah memberikan kabar baik kepada suporter.
Pihaknya telah merancang protokol penanganan pertandingan andai kebijakan larangan suporter tandang dicabut.
“Ya. Jadi memang ada tiga kategori,” ujar Direktur Utama I.League, Ferry Paulus.
“Yang betul-betul rivalitas, tadi seperti saya bilang, itu pasti tidak diizinkan.”
“Karena memang dikunci juga dari FIFA.”
“Yang kedua, yang semi. Ini ada juga yang resistensi kemarin seperti Persis Solo melawan PSIM.”
“Pertandingan itu barangkali masih dalam daftar lampu kuning.”
“Yang ketiga adalah klub yang betul-betul tidak ada rivalitas.”
“Untuk pertandingan seperti itu kami buatkan proposal supaya bisa diizinkan suporternya bertandang.”
“Tetapi tetap tunggu 1-2 hari ke depan karena nanti juga akan difinalisasi dari regulasi atau dari regulator PSSI,” lanjutnya.
Meski begitu, I.League juga masih menunggu jawaban dari pihak Kepolisian.
“Kami sedang finalisasi terutama untuk sinkronisasi kepada pihak Kepolisian,” ujar Ferry Paulus.
“Mungkin dalam 1-2 hari ke depan akan ada keputusan.”
“Proposal yang kami sampaikan kepada pihak kepolisian.”
“Memang kami sudah membuat beberapa alternatif. Alternatif yang pertama adalah memberikan permohonan suporter tamu untuk bisa hadir dengan status tanpa masalah, artinya tidak ada rivalitas seperti misalnya Persib dan Persija dan sebagainya.”
“Kemudian yang kedua adalah membuat terobosan mencari satu sistem yang sedang difinalisasi dan sudah kami presentasikan kepada pihak Kepolisian yaitu sistem tiket.”
“Rasanya 1-2 hari ini akan final. Kemarin dari Mabes Polri juga sudah memberikan respons.”
“Tetapi yang pasti bukan hanya dari pihak Kepolisian. PSSI sebagai regulator juga harus memberikan persetujuannya terkait dengan sinkronisasi transformasi FIFA.”
“Ya harapannya ada titik terang. Tetapi kira-kira gambaran tentang suporter tamu seperti itu,” tutupnya.(**)
Comments are closed.