Merasa Dicurangi Teman Separtai, Caleg Golkar Tangsel Melapor ke Bawaslu

16

Pondok Aren,Satubanten.com – Calon anggota dewan legislatif (Caleg) Partai Golkar nomor urut 3 Dapil Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, (Tangsel) Kori Priadi melaporkan AB (inisial) rival politiknya dari partai yang sama ke Bawaslu Tangsel atas dugaan pelanggaran Pemilu 2024 dan penggelembungan suara.

Kori yang didampingi kuasa hukumnya, TB Uuy Faisal Hamdan membawa sejumlah barang bukti terkait dugaan pelanggaran saat tiba di kantor Bawaslu, pada Jumat (8/3/24).

TB Faisal menjelaskan, pihaknya mendatangi Bawaslu Tangsel dengan mempersiapkan beberapa point penting atas dugaan pelanggaran Pemilu yang dilakukan oleh AB Caleg nomor urut 8.

“Kami mengacu kepada undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu Pasal 454 ayat 1 yang menyatakan bahwa pelanggaran Pemilu dapat berasal dari temuan langsung maupun laporan,” paparnya.

Menurur Faisal, barang bukti yang disiapkan oleh timnya berupa video yang telah beredar di media sosial. Selain melapor ke Bawaslu, ia juga akan melaporkan perselisihan suara tersebut ke Mahkamah Partai Golkar melalui Tim Advokasi Bapilu Pusat Partai Golkar.

“Kami akan mengajukan perselisihan suara ke Mahkamah Partai Golkar melalui Tim Advokasi Bapilu Pusat Partai Golkar setelah melekukan koordinasi,” ungkapnya.

la juga menegaskan bahwa suara kliennya sedari awal sudah unggul, namun tidak diketahui secara jelas tiba-tiba bisa selisih suara lebih kecil dengan AB, Caleg nomor urut 8 sebanyak 103 suara.

“Awalnya suara klien kami sudah unggul, namun diakhir diketahui perselisihan suara terjadi sebanyak 103 suara. Mengacu pada Pasal 28 ayat 1 yang melarang pasangan calon memberikan janji atau materi lainnya untuk mempengaruhi pemilu atau pemilih. Makanya kami bertindak untuk memastikan bahwa hak hukum klien kami diusut tuntas oleh Bawaslu,” ungkapnya.

Kedatangannya ke Kantor Bawaslu Tangsel dengan membawa barang bukti berupa flashdisc berisi video dari youtube yang menunjukan pelanggaran yang dilakukan oleh rekan separtainya. Dalam flashdisc tersebut, ada dua video sebagai bukti yang menunjukan aktivitas kampanye dan pernyataan yang menunjukan dana berasal dari paslon AB.

Sementara itu, Kori Priadi melakukan langkah hukum melapor ke Bawaslu guna meredam gejolak protes dari para pendukungnya yang tidak terima ada dugaan penggelembungan suara yang dilakukan kubu lawannya.

“Para pendukung saya juga protes ke PPK kenapa ini bisa terjadi. Kalau saya tidak redam kemarahan mereka saya khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya. (**)

Comments are closed.