MA’ADEN dan GlassPoint Jalin Nota Kesepahaman (“MOU) untuk Mengembangkan “Solar Process Steam Plant” Terbesar di Dunia

161

Arab Saudi,Satubanten.com-Saudi Arabian Mining Company (MA’ADEN), perusahaan pertambangan nasional terkemuka di Arab saudi, dan salah satu perusahaan pertambangan dengan perkembangan terpesat di dunia, bersama GlassPoint, pemimpin segmen industrial solar steam, telah meneken Nota Kesepahaman (MOU) untuk mengembangkan solar process heat plant terbesar di dunia di smelter MA’ADEN’s Alumina. Setelah rampung, fasilitas solar steam 1.500 MW ini akan membantu MA’ADEN mencapai target keberlanjutan, yakni dengan menurunkan emisi karbon sebanyak lebih dari 600.000 ton setiap tahun. Angka ini setara dengan lebih dari 50% penurunan jejak karbon di smelter MA’ADEN’s Alumina, dan 4% jejak karbon MA’ADEN secara keseluruhan.

MOU ini ditandatangani di kantor pusat MA’ADEN di Riyadh, Arab Saudi, oleh Riyadh Al Nassar, Senior Vice President, Aluminum Business, MA’ADEN, dan Rod MacGregor, CEO dan Pendiri GlassPoint. Acara ini turut disaksikan Robert Wilt, CEO, MA’ADEN, dan Jacob Drejer, CCO, GlassPoint.

Robert Wilt, CEO, MA’ADEN, berkata: “Sebagai pilar ketiga dalam perekonomian Arab Saudi, kami ingin memberi teladan tentang ESG di tingkat nasional. Pengembangan proyek penting ini secara drastis menurunkan jejak karbon kami. Dengan demikian, kami semakin dekat mencapai target netralitas karbon pada 2050. Setelah dunia beralih menuju aluminium yang ramah lingkungan (green aluminium), MA’ADEN ingin memimpin transisi tersebut.”

Riyadh Al Nassar, SVP Aluminium SBU, MA’ADEN, berkata: “Rencana pembangunan fasilitas baru ini, satu unit solar thermal plant yang disebut MA’ADEN Solar 1, terletak di Ras al Khair, Arab Saudi, akan mengandalkan tenaga surya untuk memproduksi uap. Uap ini akan digunakan guna mengolah bijih bauksit menjadi alumina. Alumina adalah bahan baku penting dalam pembuatan Aluminium, salah satu logam yang sangat dibutuhkan dunia, terutama bagi banyak industri global yang kian mengutamakan lingkungan hidup dan aspek keberlanjutan.”

“MA’ADEN memimpin penurunan emisi karbon industri yang berskala besar. Maka, MA’ADEN mengganti bahan bakar fosil dengan tenaga surya untuk menciptakan panas. Setelah rampung, fasilitas ini akan menjadi industrial solar steam plant terbesar di dunia, dan fasilitas pertama yang beroperasi di Arab Saudi, bahkan di rantai pasok aluminium,” jelas Rod MacGregor, CEO dan Pendiri GlassPoint. “Lewat MOU ini, GlassPoint memasuki babak pertumbuhan baru dengan mendekarbonisasi berbagai industri yang ingin menurunkan jejak karbon.”

Berdasarkan MOU ini, MA’ADEN dan GlassPoint akan berkolaborasi mengembangkan cara yang lebih lestari untuk memproduksi aluminium sebagai logam yang sangat dibutuhkan banyak industri global dan transisi energi. MOU ini mencerminkan kemunculan kembali GlassPoint sebagai pemimpin segmen solar process heat.

Sebagai produsen energi global, Arab Saudi berkomitmen meningkatkan penanganan perubahan iklim. Arab Saudi juga telah meluncurkan Saudi Green Initiative (SGI) untuk menjadi pemimpin internasional dalam aspek keberlanjutan. Tahun lalu, SGI mencanangkan program tahap pertama yang terdiri atas lebih dari 60 inisiatif, dan melibatkan investasi bernilai SAR 700 miliar (US$186 miliar). Tujuannya, mempercepat ekonomi hijau di Arab Saudi dan wilayah lain.

Comments are closed.