Pandeglang, Satubanten.com – Kuda Lumping juga disebut Jaran kepang atau Jathilan adalah tarian tradisional yang berasal Ponorogo Jawa Timur.
Namun kini kuda lumping menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat pedesaan di beberapa daerah Indonesia, baik saat perayaan Hari-Hari Besar Nasional maupun perayaan keagamaan. Begitu juga pada saat Hari Raya Iedul Fitri 1444H tahun ini, pantauan redaksi Satubanten.com, memasuki hari kedua lebaran, hampir di beberapa daerah di Menes, Pulosari dan Labuan, beberapa ruas jalan di perkampungan dipadati dan diramaikan oleh penampilan Kuda Lumping keliling.
Walaupun menyebabkan kemacetan, namun warga merasa terhibur terutama anak-anak kecil penuh riang berlarian sambil melemparkan uang receh sebagai tanda terimakasih atas hiburan yg telah ditampilkan.
Kepada satubaten, tokoh pemuda Kapinango Labuan Pandeglang Angga Khadafi menuturkan, dalam beberapa tahun terakhir, Kuda Lumping Keliling seolah sudah menjadi tradisi, dan atraksinya sangat dinantikan saat lebaran tiba.
“Sekarang itu gimana ya, kalau lagi pas lebaran, kuda lumping belum lewat, terutama anak-anak selalu menanyakan kapan kuda lumping lewat”, ujarnya, Senin (24/4).
Bahkan menurutnya, masyarakat di beberapa kampung sudah jauh-jauh hari sebelum lebaran, meminta pemilik sanggar kuda lumping, agar saat lebaran kuda lumping tersebut bisa melintas wilayahnya.
“Alhamdulillah mas, kalau lagi pas lebaran begini, hasil saweran yang kami dapatkan berkali lipat lebih banyak dibanding hari biasanya”, ujar Yanto personil kuda lumping.
Sebagai kesenian tradisional khas Nusantara, sudah selayaknya Kuda Lumping harus terus dilestarikan sebagai kekayaan budaya yang berharga bagi generasi bangsa. (Redaksi)