Kampung Zakat Kenalkan Murid Jaga Ketahanan Pangan Sejak Dini

126

Satubanten.com- Guna menerapkan nilai kepedulian terhadap lingkungan dan menjaga ketahanan pangan, secara perdana murid kelas 4 di Desa Ciladaeun memanfaatkan Rumah Bibit Hebat milik Kelompok Tani Cirahong binaan LAZ Al Azhar dan Kemenag RI untuk menanam berbagai macam bibit sayuran. Aktivitas ini juga dilakukan untuk mendukung program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Proyek Upland Area Tahun 2022.

Program Upland merupakan kegiatan pertanian di dataran tinggi yang komprehensif, mulai dari pembangunan on farm sampai off farm. Program ini dibentuk untuk meningkatkan kapasitas, daya inovasi, serta pendapatan petani.

Kegiatan penyuluhan di bidang pertanian yang dilakukan di Kampung Zakat Desa Ciladaeun tidak hanya diberikan untuk para petani, namun juga mulai dikenalkan kepada anak-anak. Hal ini dilakukan agar mereka mulai menyadari pentingnya menjaga kelestarian alam dan ketahanan pangan di lingkungannya.

Wahyudin, selaku Ketua KSM Ciladaeun sekaligus kader lokal LAZ Al Azhar mengungkapkan kegiatan penanaman bibit bersama para siswa menjadi salah satu pembelajaran untuk mencintai lingkungan dan memberikan manfaat untuk tumbuh kembang mereka. Selain mendukung program pemerintah, aktivitas berkebun ini juga menjadi cara efektif untuk menghilangkan rasa bosan pada anak.

“Kami mengajak anak-anak kelas 4 untuk bersama-sama menyemai bibit cabe rawit dan terong ungu demi menumbuhkan rasa kepedulian kepada lingkungan. Melalui aktivitas ini juga kami mengajarkan cara untuk rileks, tenang, dan mengendalikan emosi dengan menghabiskan waktu di luar rumah dan mengenalkan berbagai tanaman,” katanya.

Selain tanaman hias dan tanaman menahun, pekarangan juga bisa dimanfaatkan untuk tanaman hortikultura mulai dari sayuran, buah-buahan dan obat-obatan. Dengan memanfaatkan lahan pekarangan akan menjadi upaya untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas dan pangan rumah tangga sesuai dengan kebutuhan pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman serta berorientasi meningkatkan pendapatan rumah tangga.

Setelah proses penyemaian yang dilakukan anak-anak, nantinya bibit akan disalurkan kepada anggota P2L khususnya dan seluruh warga yang membutuhkan. Hal ini bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan sayur, swasembada desa, dan mengurangi pengeluaran harian. (Sbs/Adidah)

Comments are closed.