Jokowi Perintahkan Bentuk Tim Kusus Atasi Hacker Bjorka, Kominfo Akui Ada Kebocoran Data

330

Jakarta, Satubanten.com – Aksi hacker Bjorka ‘mengganggu’ keamanan siber Indonesia tampaknya makin meresahkan. Di tengah serangan cyber oleh hacker Bjorka, Presiden Joko Widodo diketahui memanggil sejumlah pihak terkait, termasuk Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) ke istana.

Terbaru, Presiden Jokowi dilaporkan telah memberi instruksi pada Kominfo, BSSN, BIN hingga Polri untuk mengatasi masalah kebocoran data siber. Menkominfo, Johnny Gerard Plate menyebut telah diperintahkan Jokowi untuk membentuk tim khusus guna menangani kebocoran data pribadi dan institusi pemerintah oleh hacker Bjorka. Menurut Johnny G Plate, tim khusus yang terdiri dari empat lembaga itu sebagai bentuk emergency response pemerintah terhadap kasus ini, sehingga kepercayaan masyarakat dapat terjaga.

“Jadi akan ada emergency response team dari BSSN, Kominfo, Polri, dan BIN utk melakukan assessment-assessment berikutnya,” ujar Johnny di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (12/9) setelah memenuhi panggilan Presiden Jokowi.

Johnny tak menampik jika ada data yang bocor ke tangan hacker Bjorka. Namun Johnny meminta masyarakat tidak khawatir mengenai data yang sudah dibocorkan oleh Bjorka. Sebab menurut Johnny, data tersebut masuk golongan informasi umum.

“Memang ada data-data yang beredar, yang salah satunya (dibocorkan) oleh Bjorka, tetapi data-data itu setelah ditelaah sementara adalah data-data umum, bukan data-data spesifik dan data-data yang ter-update sekarang,” ungkap Johnny.

Meski begitu, Johnny menjelaskan bahwa tim dari Polri, Badan Intelijen Negara, Kominfo, hingga BSSN masih berkoordinasi untuk menelaah informasi yang berhasil diretas Bjorka dan kini tersebar.

Seperti diketahui sSebelumnya, hacker Bjorka telah ramai diperbincangkan sejak beberawa waktu lalu. Awalnya Bjorka mengungkap punya data penduduk Indonesia. Kemudian lewat laman Twitter miliknya mengklaim mengantongi data dokumen dab surat rahasia milik Presiden RI dengan lembaga BIN.

Tak berhenti di situ, hacker Bjorka juga menyebarkan data pribadi yang diduga milik sejumlah pejabat publik, dari mulai Ketua DPR Puan Maharani, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate, sampai Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan.

Comments are closed.