Satu berita mengulas segalanya

IPSM Usulkan Permensos Kolaborasi Pilar Sosial, Mukernas 2026 Soroti Penguatan Peran 33.191 PSM

Balige, Toba — Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) mengusulkan penyusunan Peraturan Menteri Sosial (Permensos) yang mengatur kolaborasi seluruh pilar sosial di lingkungan Kementerian Sosial. Usulan itu menjadi salah satu hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) IPSM Tahun 2026 yang digelar bersamaan dengan Temu Nasional Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) ke-51 di Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, pada 30 Juni hingga 2 Juli 2026.

Ketua Umum IPSM Nasional, Prof. Dr. Andriansyah, mengatakan regulasi tersebut dibutuhkan agar koordinasi antarpilar sosial memiliki dasar yang jelas dan pelaksanaannya lebih efektif hingga tingkat oprasional/akar rumput.

“Pilar-pilar sosial memiliki peran yang sama dalam mendukung pembangunan kesejahteraan masyarakat. Karena itu diperlukan payung hukum agar koordinasi di lapangan lebih terarah dan program pemerintah berjalan lebih efektif,” kata Andriansyah.

Mukernas diikuti Ketua dan Pengurus IPSM dari seluruh Indonesia, sekitar 1.000 Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dari Sumatera Utara, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta berbagai unsur pilar sosial. Kegaiatan tersebut membahas penguatan organisasi, peningkatan kapasitas relawan sosial, serta koordinasi pelaksanaan program kesejahteraan sosial.

Kegiatan diawali di Hotel Sapadia Balige dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Sosial RI, Indro, yang memaparkan komitmen Kemensos dalam membina Pekerja Sosial Masyarakat sebagai mitra pelaksana program-program sosial di daerah.

Mukernas juga menghadirkan Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto, yang menilai PSM merupakan kekuatan sosial yang lahir dari semangat kerelawanan.

“Saya menyaksikan sendiri bagaimana para PSM bekerja tanpa pamrih dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat. Semangat seperti ini adalah modal sosial yang harus dipertahankan,” ujar Totok.

Ketua Panitia, H. Muchrid Nasution, mengatakan penyelenggaraan Mukernas di Balige diharapkan menghasilkan keputusan yang dapat memperkuat peran IPSM sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Puncak kegiatan berlangsung melalui Temu Nasional PSM ke-51 yang bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pekerja Sosial Masyarakat.

Selain menjadi ajang silaturahmi relawan sosial dari berbagai daerah, kegiatan tersebut diisi dengan bakti sosial, pembagian paket sembako, pemberian kacamata untuk lansia, tongkat bantu jalan, alat bantu dengar, kursi roda, serta pameran produk Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Peserta juga mengikuti senam diabetes dan jalan santai bersama masyarakat.

Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, mengikuti kegiatan secara virtual. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Pekerja Sosial Masyarakat yang telah mengabdi selama 51 tahun.

“Selamat ulang tahun kepada seluruh Pekerja Sosial Masyarakat. Pengabdian selama 51 tahun merupakan kontribusi yang luar biasa. Kementerian Sosial memberikan penghargaan kepada seluruh PSM yang selama ini bekerja tanpa pamrih melayani masyarakat,” kata Saifullah Yusuf.

Ia mengajak seluruh PSM terus bekerja sama dengan pilar-pilar sosial lainnya dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah.
Saat ini terdapat 33.191 Pekerja Sosial Masyarakat aktif yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam forum tersebut, IPSM juga menyatakan kesiapan mendukung Program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Melalui jaringan PSM yang tersebar hingga tingkat desa dan kelurahan, IPSM siap membantu proses pendataan calon siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem agar penerima manfaat dapat ditetapkan secara akurat, transparan, dan tepat sasaran. Keterlibatan PSM diharapkan memperkuat sinergi antara Kementerian Sosial, pemerintah daerah, dan seluruh pilar sosial dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Pada kesempatan yang sama, Kementerian Sosial bersama IPSM juga meresmikan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Terintegrasi dengan Posyandu dan Polindes, yang diperkenalkan sebagai Puskesos Terintegrasi pertama di Indonesia. Program tersebut didukung PT Kalbe Farma dan diresmikan secara simbolis oleh Staf Ahli Menteri Sosial RI bidang aksesibilitas sosial, Abdul Muis.

Mukernas IPSM Tahun 2026 juga menyepakati sejumlah rekomendasi yang akan disampaikan kepada Kementerian Sosial. Rekomendasi tersebut mencakup usulan penyusunan Peraturan Menteri Sosial tentang kolaborasi pilar sosial, peningkatan kapasitas Pekerja Sosial Masyarakat melalui pembinaan berkelanjutan, penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan pilar sosial, pengembangan model Puskesos Terintegrasi, dukungan PSM dalam pendataan calon siswa Program Sekolah Rakyat, serta penguatan peran PSM dalam mendukung program-program prioritas pemerintah.

Mukernas ditutup dengan penetapan rekomendasi organisasi yang selanjutnya akan disampaikan kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia sebagai bahan masukan dalam penyusunan kebijakan penguatan kolaborasi pilar-pilar sosial di tingkat nasional.(**)