Inul Daratista Diperingatkan Psikolog Karena Dianggap Sepelekan KDRT

135

Jakarta, Satubanten.com- Inul Daratista sempat mengungkap pendapatnya mengenai kasus dugaan KDRT yang dialami Lesti Kejora. Sayangnya pernyataan pemilik Goyang Ngebor itu malah menuai kontroversi. Hal itu dikarenakan Inul dinilai mewajarkan tindakan KDRT.

Dalam video yang beredar, Inul mulanya memperingatkan fans Lesti dan Billar untuk tidak ikut campur dengan kasus yang terjadi. Inul mengatakan kalau fans cukup memberikan doa terbaik untuk keduanya.

Namun di sela-sela itu, tak disangka Inul Daratista justru mengungkapkan hal yang membuat netter tidak habis pikir. Ibu satu anak ini beranggapan kalau kekerasan dalam rumah tangga sebagai hal yang wajar terjadi.

“Namanya rumah tangga masih balita itu wajar. Tabok-tabokan, pukul-pukulan, itu sebenarnya wajar,” kata Inul Daratisata.

Bukan hanya itu, Inul juga mempertimbangkan kebaikan rumah tangga Lesti Kejora dan Rizky Billar. Mengingat pasangan ini sudah memiliki anak, Inul merasa jika keduanya masih bisa bersama lagi. “Didoakan aja yang baik-baik, masalah mereka mau balikan karena mereka ada anak, baru seumur jagung,” terangnya.

Netizen sontak berdebat mengenai pendapat Inul Daratista ini. Banyak dari mereka yang mengkritik Inul, termasuk salah satunya Psikolog Dr Lita Gading. Lita menyayangkan pernyataan Inul dalam video yang sepenggal ditontonnya di media sosial itu.

“Saya baru melihat video Anda yang menyatakan bahwa kekerasan dalam rumah tangga itu wajar-wajar saja, dan anj***-anj***an itu juga biasa untuk pengantin yang baru menikah dan punya anak seumur jagung,” ujar Lita Gading pada Jumat (7/10).

Lita pun meminta Inul untuk segera membuat klarifikasi. Pasalnya yang diucapkan Inul ini terbilang berbahaya menurut Lita. Seolah-olah pelaku KDRT tidak salah ketika ia melakukan hal tercela itu di awal-awal pernikahan.

“Saya minta klarifikasinya karena kalau sampai ini tersebar, dan Anda yang menyatakan itu, ini sangat berbahaya. Artinya, Anda membolehkan bahwa kekerasan dalam rumah tangga itu wajar dan sah-sah saja dilakukan oleh seorang pasangan,” tutur Lita.

“Dampak dari KDRT sangat dahsyat dan panjang sekali untuk sembuh. Jadi saya minta cabut kata-kata itu dan take down. Saya nggak mau sampai itu beredar,” pungkas Psikolog yang juga dikenal sebagai konsultan pernikahan itu.

Comments are closed.