Imbas Dari Kecelakaan Alaska Airlines di Amerika Serikat, Kemenhub Melarang Terbang Sementara Pesawat Boeing 737 Max 9 Milik Lion Air

20

Satubanten.com- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melarang terbang sementara tiga pesawat Boeing 737 Max 9 yang digunakan maskapai Lion Air. Larangan itu merupakan imbas dari kecelakaan Alaska Airlines di Amerika Serikat, Minggu (5/1/2024).

“Berdasarkan review dan evaluasi oleh Ditjen Perhubungan Udara dan koordinasi dengan Lion Air diputuskan untuk memberhentikan pengoperasian sementara (temporary grounded) pesawat Boeing 737-9 Max sejak tanggal 6 Januari 2024 sampai perkembangan lebih lanjut,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, M Kristi Endah Murni, dikutip keterangan resmi, Rabu (10/1/2024).

Kristin menjelaskan FAA telah menerbitkan Continued Airworthiness Notification to International Community (CANIC) dan FAA Emergency Airworthiness Directives (EAD) 2024-02-51 pada 6 Januari 2024. Dua surat itu menjadi dasar Kemenhub untuk menghentikan seluruh operasional pesawat Boeing 737-9 Max yang memiliki Mid Exit Door Plug untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Menanggapi hal ini, Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, memberikan penjelasan hasil mitigasi dan inspeksi internal pada Boeing 737-9 Max yang dilakukan bersama pabrikan pesawat Boeing dan pihak berwenang lainnya.

“Lion Air menegaskan bahwa Boeing 737-9 Max yang dioperasikan tidak termasuk dalam kategori pesawat yang mengalami insiden terkait pintu darurat bagian tengah (mid cabin door),” ujar Danang dikutip dari keterangan resmi, Rabu (10/1/2024).
Danang menjelaskan, Boeing 737-9 Max Lion Air memiliki konfigurasi atau desain yang berbeda dengan pesawat yang mengalami insiden di Portland, Oregon, Amerika Serikat.

Lion Air memiliki tiga pesawat Boeing 737 Max 9. Ketiga pesawat tersebut memiliki nomor registrasi PK-LRF, PK-LRG, dan PK-LRI. (**)

Comments are closed.